Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Keuangan memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di Semester I-2019 akan berada di angka 5,1%, sementara di Semester II-2019, Menteri keuangan Sri Mulyanimemproyeksikan pertumbuhan ekonomi ada di angka 5,2%.
"Kita lihat realisasi semester I dari sisi asumsi makro growth di 5,1%. Ini masih estimasi, karena BPS (Badan Pusat Statistik) baru akan mengeluarkan (rilis) pada Agustus. Untuk semester II-2019 growth realisasasi diperkirakan di 5,2%," kata Sri pada rapat Badan Anggaran DPR, di Jakarta, Selasa (16/7).
Menkeu mengungkapkan angka pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dibanding asumsi ekonomi makro yang dipatok di angka 5,3% merupakan sebuah tantangan bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan middle income trap.
Pasalnya, untuk keluar dari level tersebut, Indonesia harus mencapai pertumbuhan ekonomi ke angka 6%.
Baca juga : Aliran Dana Fintech Naik 700 Persen dalam Satu Tahun
"Tantangan utama pembangunan Indonsia adalah keluar dari jebakan middle income trap," ujarnya.
Dirinya mengungkapkan, turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan faktor dari perekonomian global yang sedang tak menentu, khususnya perang dagang.
Namun demikian, Ia menegaskan, di tengah kondisi perekonomian sampai dengan semester I 2019 terus menunjukkan kinerja positif dan diproyeksikan berlanjut sampai dengan akhir 2019.
"Kita melihat konsumsi dalam negeri masih kuat dan tinggi, tapi di sisi lain kami melihat investasi mengalami kecenderungan melambat," tutur Sri.
Untuk itu, pihaknya melakukan serangkaian upaya reformasi struktural serta upaya untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Untuk diketahui, dalam Rapat Banggar tersebut, selain pertumbuhan ekonomi, Sri menyampaikan realisasi inflasi semester I 2019 yang berada pada angka 3,3%. Angka itu masih berada dalam rentang target pemerintah sebesar 3,5% plus minus 1%.
Adapun untuk nilai tukar rupiah pada kuartal I 2019, rata-rata berada di level Rp14.197 per dolar AS atau lebih kuat dari pada asumsi pemerintah sebesar Rp15.000 per dolar AS. (OL-7)
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved