Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Juni 2019 sebesar US$11,78 miliar.
Angka tersebut jauh lebih rendah dari capaian Mei 2019 yang kala itu mencapai US$14,87 miliar atau ada penurunan 20,54%.
Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan pelemahan ekspor terjadi karena libur Lebaran yang terlalu lama yakni mencapai sebelas hari.
Selama tiga tahun terakhir, tren ekspor pada Juni memang selalu lebih rendah dari bulan sebelumnya. Itu tidak terlepas dari jatuhnya momen Idul Fitri pada bulan tersebut dan diterapkannya libur serta cuti bersama yang panjang oleh pemerintah.
Tercatat, pada tahun lalu, ekspor pada Juni tercatat US$12,98 miliar, merosot jauh dari Mei yang mencapai US$16,20 miliar.
Baca juga: Indonesia Upayakan Peningkatan Ekspor ke Kawasan Pasifik
Begitupun pada 2017 yang turun dari US$14,33 miliar ke US$11,66 miliar.
"Ini perlu diperhatikan agar libur Lebaran tidak menghambat kinerja ekspor. Tahun depan, Idul Fitri bergeser ke Mei, diprediksi penurunan kinerja juga akan ikut bergeser ke sana," ucapnya.
Selain faktor libur Lebaran, penurunan ekspor juga terjadi karena adanya pelemahan harga di tingkat global untuk komoditas-komoditas unggulan Tanah Air seperti batu bara dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
Suhariyanto mengungkapkan, sedianya, secara volume, ekspor batu bara dan CPO mengalami lonjakan 9% dan 7%. Hanya saja, nilai kedua komoditas itu turun 6% dan 18,13% sehingga lonjakan volume menjadi tidak berarti.
Secara kumulatif, angka ekspor Januari-Juni 2019 tercatat sebesar US$80,32 miliar. Lebih rendah 8,57% dibandingkan raihan periode yang sama tahun lalu yang menyentuh US$87,86 miliar. (OL-2)
Mendes PDT Yandri Susanto, yang hadir langsung melepas keberangkatan kontainer ekspor tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah konkret sektor swasta dalam membina desa.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS Targetkan Verifikasi 106 Ribu Peserta PBI-JKN Penyintas Penyakit Kronis Tuntas Sebelum Lebaran 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat dan memutakhirkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen secara tahunan (year on year/YoY).
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa penduduk bekerja pada November 2025 tercatat sebesar 147,91 juta orang.
Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perekonomian nasional yang solid di sepanjang 2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,11% secara tahunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved