Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia menyatakan Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2019 tetap terkendali. Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik mencatat Inflasi IHK pada Juni 2019 yakni sebesar 0,55% (mtm) atau melambat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,68% (mtm).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menyatakan penurunan inflasi IHK Juni 2019 tersebut dipengaruhi oleh menurunnya permintaan pasca berakhirnya bulan Ramadan dan Idulfitri.
"Kelompok volatile food mencatat inflasi 1,70% (mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 2,18% (mtm). Penurunan inflasi volatile food dipengaruhi deflasi pada komoditas bawang putih, daging ayam ras, dan telur ayam ras," kata Onny dalam keterangan tertulis, Senin (1/7).
Dirinya menambahkan secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat 4,91% (yoy), meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 4,08% (yoy).
Baca juga: Pemerintah Optimistis Mampu Kendalikan Inflasi
Di samping itu, BI juga mencatat adanya deflasi pada kelompok administered prices. Kelompok administered prices pada Juni 2019 mencatat deflasi sebesar 0,09% (mtm), menurun dibandingkan dengan bulan lalu yang mencatat inflasi 0,48% (mtm).
"Deflasi pada kelompok administered prices bersumber dari menurunnya tarif angkutan udara sejalan dengan berlanjutnya dampak penerapan kebijakan penurunan tarif batas atas angkutan udara," jelas Onny.
Dengan perkembangan tersebut, sampai dengan bulan Juni 2019, inflasi IHK 2019 mencapai 2,05% (ytd), atau secara tahunan tercatat 3,28% (yoy), lebih rendah dari inflasi bulan lalu sebesar 3,32% (yoy).
Ke depan, Onny menyatakan BI akan tetap konsisten untuk menjaga stabilitas harga. Selain itu, BI juga akan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memastikan inflasi tetap rendah dan stabil.
BI memprakirakan, inflasi pada 2019 terus terjaga berada di bawah titik tengah kisaran sasaran inflasi 3,5±1%. (OL-4)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved