Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PROVINSI Nusa Tenggara Barat selama ini dikenal sebagai sentra produksi berbagai komoditas hortikultura unggulan seperti manggis di Narmada dan bawang putih di Sembalun. Namun, ada satu jenis buah langka yang belum banyak diekspos dunia yaitu durian tanpa duri dinamai durian Si Gundul.
Buah ini memiliki keunggulan dan keunikan lantaran tidak memiliki duri seperti durian pada umumnya. Dagung durian Si Gundul berwarna kuning muda dengan rasa manis, daging buahnya tebal hampir sama dengan buah durian pada umumnya. Berat buah rata-rata berkisar antara 0,87-1,50 kg.
Durian Si Gundul memiliki daya adaptasi yang luas, dapat tumbuh di dataran rendah hingga menengah. Sehingga mulai banyak dikembangkan di NTB dan beberapa wilayah Indonesia.
Kepala BPSB Provinsi NTB Wardi menjelaskan berdasarkan data perbanyakan benih melalui sertifikasi dari 2008–2018 telah dikembangkan sebanyak 23.409 batang dan tersebar di wilayah Nusa Tenggara Barat dan sebagian dikirim ke luar Provinsi NTB.
"Sentra utama buah ini di Nusa Tenggara Barat terdapat di Kecamatan Lingsar dan Kecamatan Narmada. Dengan segala keunikan dan kelebihannya, durian ini resmi didaftarkan menjadi Varietas Unggul Nasional pada tanggal 22 April 2008 dengan Nomor: 440/Kpts/SR.120/4/2008 dengan nama Si Gundul," jelas Wardi.
Baca juga: Dapat Untung dari Buah Naga di Lahan Gambut
Lebih detail, Wardi menjelaskan Pohon Induk Tunggal (PIT) buah ini terdapat di tepi hutan kawasan lindung Gunung Rinjani yang termasuk dalam wilayah Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.
"PIT durian Si Gundul saat ini tidak berbuah lagi disebabkan bakal buah rontok akibat musim hujan. Penangkar benih buah-buahan di daerah NTB memperbanyak benih buah ini sejak diresmikan menjadi Varietas Unggul Nasional," lanjutnya.
Wardi menyebut penangkar yang memperbanyak pertama kali adalah Ahmad Fauzi, pimpinan UD. Hikmah. Pada 2009 lalu, Ahmad mengirim benih durian si Gundul ke Cileungsi, Bogor, untuk dibudidayakan sebanyak 2000 benih.
"Sampai saat ini banyak penangkar benih hortikultura yang memproduksi benih durian si Gundul namun jumlahnya masih terbatas karena permintaan di pasaran kurang banyak. Benih durian yang banyak diminati untuk saat ini adalah Kani, Matahari dan Otong," papar Wardi.
Durian tanpa duri ini sudah mulai berbuah namun hanya sedikit sehingga belum tersedia di pasaran. Permasalahan yang dihadapi adalah tanaman yang sudah berbunga gagal berbuah, kemungkinan disebabkan faktor cuaca.
"Setelah diobservasi ternyata posisi letak putik dan benangsari durian Si Gundul berjauhan sehingga sering gagal melakukan penyerbukan sendiri dan memerlukan penyerbukan dengan bantuan manusia. Hal ini salah satu pemicu terjadinya gagal pembentukan buah," ungkapnya.
Tim dari BPSB Provinsi NTB telah mencoba melakukan penyerbukan dengan cara dikawinkan dengan durian Tong Medaye dan berhasil terbentuk bakal buah, namun rontok akibat hujan.
Pada 2018, BPSB Pertanian Provinsi NTB mendapatkan penghargaan TOP 99 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Penyelamatan Plasma Nutfah Provinsi NTB sebagai Varietas Unggul Nasional melalui Pendaftaran dan Pelepasan Varietas Hortikultura terkait durian ini.
Observasi tentang durian Si Gundul telah dilakukan selama 10 tahun oleh BPSB Pertanian Provinsi NTB bersama dengan Reza Tirtawinata ahli durian dari Taman Buah Mekarsari dan Yayasan Durian Nusantara di taman kerajaan Narmada Kabupaten Lombok Barat.
Pelaksana Tugas Direktur Buah dan Florkultura Sri Wijayanti Yusuf mengharapkan perbanyakan durian si Gundul lebih ditingkatkan sebagai kebanggaan nasional Indonesia.
"Saya berharap perbanyakan durian si Gundul lebih ditingkatkan sebagai kebanggaan nasional Indonesia. Mengingat keunikan dan kelebihannya yang cuma ada satu-satunya di dunia. Keunggulan dan keunikan durian si Gundul tidak dimiliki oleh durian lain, oleh karena itu ke depan pengembangan durian ini perlu terus ditingkatkan," pungkasnya.(RO/OL-5)
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
Durian kaya akan karbohidrat, lemak sehat, serat, vitamin C, vitamin B kompleks, kalium, dan antioksidan, sehingga bermanfaat untuk menambah energi dan menjaga kesehatan tubuh
Hartono melakukan studi lapangan di sejumlah kebun pertanian dataran tinggi di Bentong dan merumuskan peluang pengembangan dua tanaman tersebut di Indonesia.
Durian sering dijuluki sebagai Raja Buah karena ukurannya besar, kulitnya berduri tajam, dan kandungan gizinya yang tinggi.
Durian berasal dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand, dan menjadi salah satu buah paling populer sekaligus kontroversial karena aromanya yang tajam.
Bibit pohon durian Bawor ditanam oleh warga lokal Banyumas sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan ekonomi keluarga petani, konservasi lingkungan, dan pengembangan potensi desa.
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan konsistensinya dalam menjalankan kebijakan keberlanjutan, termasuk Nol Deforestasi, yang telah menjadi bagian dari operasional perusahaan sejak 2015.
ADA dilema kelembagaan bank tanah dalam mewujudkan keadilan sosial agraria di tengah gencarnya arus investasi.
Transformasi digital di sektor perkebunan nasional mendapat dorongan baru melalui kolaborasi antara Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, dan Fakultas Vokasi USU.
Upaya tegas pemerintah dalam memberantas mafia sawit dan menata ulang tata kelola sumber daya alam (SDA) dinilai sebagai langkah strategis dan berani.
PEMERINTAH menggelontorkan anggaran sebesar Rp9,95 triliun atau hampir Rp10 triliun untuk mencapai hilirisasi sektor perkebunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved