Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Transaksi semakin Cepat Menggunakan QR Code

Nur/Ant/X-3
28/5/2019 08:10
Transaksi semakin Cepat Menggunakan QR Code
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kedua dari kiri) dengan didampingi Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Anggor(ANTARA/SIGID KURNIAWAN)

UNTUK mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan digital dalam sistem pembayaran Indonesia, Bank Indonesia (BI) meluncurkan Kode Respons Cepat Pembayaran Digital (Quick Response Code Indonesia Standard/QRIS) atau dikenal dengan istilah QR code.

"Hari ini kami melaunching QR Standard Indonesia," kata Gubernur BI Perry Warjiyo ketika membuka seminar internasional bertajuk Digital Transformation for Indonesia Economy di Gedung BI, Jakarta, kemarin.

Pesatnya perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya cara pembayaran dengan menggunakan QR code. Ke depan, masyarakat semakin mudah melakukan transaksi pembayaran dalam berbelanja dengan menggunakan QR code.

QR code tertera di uang elektronik dengan wujud susunan kotak-kotak hitam berlatar warna putih. Di dalam kode itu tersimpan data-data penyelenggara hingga toko (merchant). Konsumen cukup memindai QR code tersebut, tuntaslah pembayaran.

Menurut Perry, ada lima visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025 untuk memastikan berkembangnya arus digitalisasi dalam ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Visi tersebut merupakan respons atas perkembangan digitalisasi yang mengubah lanskap risiko secara signifikan.

"Yaitu meningkatnya ancaman siber, persaingan monopolistik, dan shadow banking yang dapat mengurangi efektivitas pengendalian moneter, stabilitas sistem keuangan, dan kelancaran sistem pembayaran," ujar Perry.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Pungky Wibowo, menambahkan hingga kini pihaknya mencatat sebanyak 16 penyelenggara jasa sistem pembayaran dengan QR code yang sudah sesuai dengan ketentuan standar.

"Sebanyak 16 sudah siap, lima lainnya finalisasi, dan ada juga yang menyusul setelah Lebaran," ungkap Pungky, kemarin.

Pungky optimistis transaksi menggunakan QR code akan meningkat dalam beberapa waktu ke depan. Bank sentral akan mengimplementasikan QR code pada semester kedua tahun ini.

Standardisasi dalam pengembangan sistem pembayaran nontunai berbasis QR code, lanjut Pungky, diharapkan menciptakan interkoneksi di antara perusahaan di Indonesia sehingga mampu mempercepat pengembangan ekosistem keuangan digital. (Nur/Ant/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya