Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KENDATI terpisah jarak yang sangat jauh, pemerintah optimistis kerja sama dengan negara-negara di Amerika Selatan termasuk Cile dan Argentina akan membawa manfaat besar bagi Indonesia.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan terjalinnya kemitraan dagang dengan Cile melalui Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA), diproyeksikan nilai ekspor ke negara tersebut dapat tumbuh 200% pada tahun ini.
“Dulu, pengusaha itu ketika dengan Cile, mereka aduh dulu. Aduh, jauh. Tetapi kan itu keharusan. Itu pasar yang harus digarap di tengah situasi perdagangan dunia yang tidak kondusif ini. Sekarang, setelah dijalani, mereka bilang sudah ada pertumbuhan ekspor 50% dan proyeksi sampai akhir tahun minimal 200%,” ujar Enggartiasto di kantornya, Senin (27/5)
Jika sesuai agenda yang telah terjadwal, perjanjian kerja sama antara kedua negara akan berlaku pada Agustus mendatang. Sebelum itu, pada 10-11 Juni, Wakil Menteri Luar Negeri Cile Rodrigo Yanez Benítez akan berkunjung ke Indonesia untuk melaksanakan pertukaran dokumen yang merupakan bagian dari proses ratifikasi.
"IC-CEPA akan berlaku 60 hari setelah pertukaran dokumen tersebut dan pelaku usaha kedua negara akan dapat memanfaatkan implementasi tarif baru pada Agustus,” ujar Enggartiasto usai bertemu Rodrigo di Vina Del Mar, Cile, Sabtu (18/5) waktu setempat.
Baca juga: Mendag Optimistis IC-CEPA Dongkrak Perdagangan Indonesia-Cile
Namun, penjajakan antarpelaku usaha tentu sudah dilaksanakan sejak jauh hari. Dengan begitu, ketika perjanjian resmi diberlakukan, para pebisnis tinggal melaksanakan eksekusi.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai perdagangan Indonesia-Cile pada 2018 tercatat sebesar US$274,1 juta. Dari jumlah tersebut, Indonesia menikmati surplus sebesar US$43,87 juta.
Adapun, untuk periode Januari-Februari 2019, kedua negara telah merealisasi transaksi dagang sebesar US$36,6 juta dengan ekspor Indonesia sebesar US$25,7 juta dan impor sebesar US$10,9 juta. Artinya, Indonsia memiliki surplus sebesar US$14,7 juta.(OL-5)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan pentingnya dukungan terhadap investasi asing sebagai bagian dari upaya mempercepat kemakmuran nasional.
Indonesia mendorong penyelesaian perundingan reviu ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved