Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
VOLUME ekspor oleochemical selama kuartal pertama 2019 tercatat sebesar 664 ribu ton atau tumbuh 7,26% dari capaian di periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, nilai ekspor produk turunan kelapa sawit itu malah turun.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) Rapolo Hutabarat mengungkapkan hal tersebut terjadi lantaran ada penurunan harga produk-produk oleochemical di pasar global.
Baca juga: Eropa Terus Berupaya Matikan Petani Sawit Indonesia
"Secara global produk-produk oleokimia mengalami penurunan harga. Itu terjadi karena ada sentimen pasar terkait sawit. Jadi sekarang kita upayakan menggenjot volume agar nilai tetap stabil," ujar Rapolo di Jakarta, Kamis (16/5) malam.
Dia menyebutkan nilai ekspor produk oleochemical yang terdiri dari 15 kode HS, sepanjang Januari-Maret 2019 hanya US$444 juta, turun 31,48% dari kuartal pertama 2018 yang mencapai US$648 juta.
Di dalam negeri, Rapolo mengatakan permintaan produk oleochemical juga tertekan karena persoalan tingginya tarif tiket pesawat.
Baca juga: Indonesia Bidik Pasar Sawit selain Uni Eropa
Pasalnya, produk-produk jadi oleochemical adalah barang-barang yang sangat akrab dan bisa ditemui sehari-hari serta banyak dipakai saat bepergian seperti sabun, shampo, dan pasta gigi.
"Kalau tarif pesawat murah, industri pariwisata menggeliat, hunian hotel menjadi tinggi. Itu secara linear mempengaruhi permintaan oleochemical. Tapi jika sebaliknya, ya permintaan menurun," jelas Rapolo.
Oleochemical merupakan salah satu produk hilir kelapa sawit yang diolah dari inti sawit dan menghasilkan minyak inti sawit (crude palm kernel oil/CPKO).
Dalam prosesnya, oleochemical perlu melalui empat tahap pengolahan industri hingga bisa dimanfaatkan sebagai produk biosurfaktan atau bahan baku detergen, sabun, dan shampo, serta biolubrikan sebagai bahan baku pelumas.
Produk oleochemical juga banyak dipakai di industri baja dan otomotif. Saat ini, kapasitas terpasang industri tersebut di dalam negeri mencapai 5,4 juta ton per tahun dengan kapasitas produksi terpakai sekitar 75% dari jumlah tersebut. (Pra/A-5)
Dengan mengurangi harga barang yang dilaporkan, maka bea masuk yang dibayarkan juga akan berkurang dan hal tersebut sangat merugikan ekonomi dari sisi pendapatan negara.
Purbaya mengingatkan, ke depan pihaknya tidak akan memberikan kesempatan perusahaan-perusahaan kelapa sawit untuk bisa kembali melakukan praktik under invoicing.
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
Siklon tropis Senyar yang membawa curah hujan ekstrem memang menjadi pemicu utama banjir. Namun, menurutnya, faktor manusia dan aktivitas industri juga perlu dikaji lebih serius.
PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan konsistensinya dalam menjalankan kebijakan keberlanjutan, termasuk Nol Deforestasi, yang telah menjadi bagian dari operasional perusahaan sejak 2015.
Bencana banjir bandang yang terjadi di tiga provinsi di Pulau Sumatera, bukan hanya karena faktor alam, tapi akibat penebangan hutan.
Samasindo menargetkan tingkat pemanfaatan kapasitas produksi hingga 80% pada 2025, meski perusahaan baru memulai operasi komersial pada awal September.
Polri mengungkap kronologi penindakan dugaan pelanggaran ekspor CPO oleh PT MMS di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Presiden Prabowo Subianto mengecam keras korupsi sumber daya alam, menyebutnya sebagai subversi ekonomi.
Harga Referensi CPO meningkat US$43,80 atau 4,81% dari HR CPO periode 1-31 Agustus 2025 yang tercatat sebesar US$910,91/MT.
Sekjen CPOPC yang baru Izzana Salleh merupakan sosok yang memiliki pengalaman pada sektor kebijakan publik, kepemimpinan korporat, hingga advokasi nirlaba global.
Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) secara resmi mengumumkan transisi kepemimpinan eksekutifnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved