Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan penyeberangan Merak-Bakauheni serta sebaliknya akan menggunakan kapal lebih besar dan cepat dalam upaya memperlancar arus mudik dan balik Lebaran 2019.
“Langkah itu kita lakukan sebagai salah satu upaya kita untuk menghindari antrean dan kemacetan panjang penumpang serta kendaraan,” kata Menhub Budi Karya seusai melakukan Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran di Dermaga Executive Pelabuhan Merak, Sabtu (11/5).
Menhub meninjau Terminal Eksekutif Merak-Bakauheni dan rapat koordinasi Lebaran 2019. Hadir dalam kegiatan itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, dan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (persero) Ira Puspadewi.
Menurut Menhub, dengan ditambah kapasitas kapal penyeberangan itu, jumlah penumpang bisa ditampung lebih banyak dan kecepatan kapal bisa bertambah.
Langkah lain yang akan ditempuh untuk memperlancar arus mudik balik ialah dengan melarang truk pengangkut kebutuhan pokok melalui Pelabuhan Merak-Bakauheni, tetapi mengarahkannya berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok.
“Kita juga minta di kapal penyeberangan agar disediakan jaket keselamatan yang cukup,” katanya.
Percepatan perbaikan
Setelah meninjau Pelabuhan Merak, Menhub dan Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono meninjau proyek Tol Ruas
Pematang Panggang-Kayu Agung.
Kondisi pengerjaan jalan tol dari Lampung hingga ke Palembang tidak menemui kendala berarti. Hanya belum bisa dioperasionalkan secara penuh. “Kami memastikan untuk arus mudik dan balik Lebaran ini akan difungsionalkan,” kata Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono.
Ruas Tol Kayu Agung Palembang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk penyelesaian hingga mencapai 100%. PT Waskita Karya menargetkan penyelesaian pada Oktober 2019.
“Ruas tol ini (Pematang Panggang-Kayu Agung-Palembang) akan difungsionalkan. Berbeda dengan beberapa tol di Lampung yang dioperasionalkan karena progresnya sudah rampung,” kata Basuki. Untuk fungsional itu, kata dia, akan dilakukan pada H-7 Lebaran atau pada 30 Mei nanti.
Budi Karya berterima kasih atas kerja keras Kementerian PU-Pera karena sudah membangun Tol Trans-Sumatra dengan dengan panjang ruas lebih dari 300 kilometer. “Dengan adanya tol, ini tentu akan membantu memangkas waktu tempuh. Biasanya dari Lampung ke Palembang butuh waktu sekitar 12 jam, kini bisa ditempuh dengan waktu 7 jam saat tol difungsionalkan,” kata Budi.
Meski masih fungsional, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kakorlantas untuk bisa mengoordinasi kesiapan tol ini.
“Nantinya akan dioperasikan pukul 06.00 sampai pukul 18.00 WIB. Sementara ini masih dibatasi mengingat belum lengkapnya sarana dan prasarana, seperti lampu jalan,” jelasnya.
Ditambahkan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Perikesit, pihaknya berharap agar H-10 Lebaran nanti pengerjaan Tol Lampung-Palembang sudah selesai.
“Kita berharap agar semua masalah yang ditemukan dalam pengerjaan tol bisa diselesaikan. Contohnya pada akses gerbang keluar Tol Terbanggi Besar,” katanya.(DW/I-1)
Peristiwa longsor tersebut menyebabkan kirmir atau turap pembatas jalan roboh dan memicu penggerusan tanah.
AKSES jalan penghubung dari Kabupaten Tapanuli Utara menuju Kota Sibolga, Sumatra Utara, masih terputus hingga Rabu (24/12). Perbaikan tetap dilanjutkan meski dalam suasana perayaan Natal.
Perbaikan jalan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga, baik di bidang pertanian, UMKM, hingga kepariwisataan.
Pemprov Sulsel siapkan Rp522 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan di Wajo tahun 2025, guna membuka akses ekonomi dan memperlancar mobilitas warga.
Ada 22 paket pekerjaan peningkatan jalan dan perbaikan trotoar yang ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.
Dengan dana sebesari itu, pemkab menargetkan perbaikan jalan hingga 79,5% dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 771,5 km.
DI ruas jalur pantura nasional Deandles di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, diberlakukan sistem buka-tutup.
BENCANA banjir akibat air laut pasang atau dikenal dengan istilah rob masih menjadi ancaman serius di beberapa daerah di sepanjang pantura Jawa
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved