Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal pertama 2019 sebesar 5,07%.
Angka tersebut naik tipis dari capaian di periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 5,06%.
Pertumbuhan kali ini juga menjadi yang tertinggi dibandingkan capaian kuartal pertama dalam empat tahun terakhir.
Pada 2016, pertumbuhan ekonomi di tiga bulan pertama hanya 4,94%. Masih di periode yang sama, pada 2017, tercatat 5,01% dan di 2018 sebesar 5,06%.
Baca juga: Trump Ancam Tiongkok, Rupiah Melemah
Dilihat dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi kali ini ditopang Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang mencapai 16,93%, meninggalkan jauh capaian periode yang sama di 2018 yang hanya 6,58%.
Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan kenaikan itu terjadi lantaran masifnya kegiatan kampanye dalam gelaran pemilu kali ini.
"Kelompok ini menyumbang pengeluaran sangat besar untuk keperluan kampanye. Ini sangat mendukung pertumbuhan ekonomi kuartal pertama," ujar Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (6/5).
Kontributor terbesar kedua datang dari Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang mencapai 5,21% dan diikuti Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 5,03%.
Adapun, Konsumsi Rumah Tangga, hanya tumbuh 5,01%. Kendati demikian, komponen tersebut tetap menjadi struktur pembentuk terbesar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan persentase mencapai 56,82%. (OL-2)
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan langkah pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas.
Pelajari cara menghitung pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan rumus PDB riil. Panduan lengkap beserta indikator dan contoh penghitungan mudah.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved