Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengaku tidak bisa memaksa PT Garuda Indonesia (Persero) untuk menurunkan harga tiket pesawat. Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengungkapkan pihaknya hanya bisa bertindak sebagai pemegang saham.
Sebab, Garuda Indonesia merupakan perusahaan terbuka dan sahamnya tercatat di Bursa Efek.
"Seberapa jauh pemegang saham mengintervensi kan, apalagi terbuka. Kita bisanya imbau (penurunan tiket), intervensi nggak bisa. Investor marah nanti," kata Gatot di kantor Kementerian BUMN, Jumat (3/5).
Baca juga: Pemerintah Cari Formula Baru Tekan Tarif Tiket Pesawat
Gatot menambahkan, penentuan harga tiket wewenang pihak manajemen Garuda Indonesia. Apabila pemerintah melakukan intervensi lebih jauh, dikhawatirkan akan merusak kepercayaan pasar.
"Nanti harga sahamnya turun," imbuhnya.
Dia mengungkapkan, Senin (6/5) pekan depan akan diadakan rapat dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Selain itu, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan turut hadir. Hasil rapat tersebut nantinya akan menentukan langkah pemerintah selanjutnya dalam menyikapi harga tiket Garuda.(OL-5)
TIKET pesawat mahal dikeluhkan oleh masyarakat saat arus mudik lebaran 2026. Kementerian Perhubungan atau Kemenhub mengatakan mahalnya tiket pesawat karena ada skema transit
MENJELANG musim mudik Lebaran 2026, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan stimulus diskon tiket kelas ekonomi hingga 18 persen merespons keluhan harga tiket pesawat mahal
Tiket mahal terjadi karena bertepatan memasuki libur Natal dan Tahun baru (Nataru) 2026 maka khusus penerbangan ke Medan mengalami peningkatan harga.
Budi menjelaskan karena pada saat itu memasuki libur Natal dan Tahun baru (Nataru) 2026 maka khusus penerbangan ke Medan mengalami peningkatan.
Pada semester I 2024, Garuda mencatat kerugian sebesar Rp1,54 triliun. Perseroan pelat merah itu mencatatkan pembengkakan beban usaha yang besar.
PENGAMAT penerbangan Alvin Lie berpandangan rencana pemerintah menurunkan harga tiket pesawat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan memberatkan perusahaan maskapai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved