Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
MENTERI Keuangan Sri Mulyani optimistis pertumbuhan konsumsi akan tetap terjaga seiring dengan penyaluran dana bantuan sosial pada triwulan I 2019.
"Kita harap (pertumbuhan konsumsi) masih akan tetap di sekitar 5% pada triwulan I ini," kata Sri Mulyani di Jakarta, kemarin.
Untuk diketahui, berdasarkan rilis dari Kementerian Keuangan, total anggaran pemerintah yang digunakan untuk bantuan sosial hingga 31 Maret 2019 mencapai Rp37 triliun. Jumlah itu meningkat 36,2% dari target realisasi APBN 2019.
Di samping itu, Sri melihat bahwa di masyarakat sendiri terlihat adanya perkembangan yang baik. Tingkat inflasi masih tergolong rendah dan confidence dari konsumen cukup tinggi.
"Pemilu yang aman juga sangat menentukan peningkatan konsumsi," tandas dia.
Pemerintah memang berkepentingan untuk menjaga agar konsumsi masyarakat untuk tumbuh. Hal ini untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia agar terus meningkat.
Peningkatan dari sisi konsumsi dapat mengompensasi penurunan pertumbuhan dari sisi investasi dan ekspor impor akibat menurunnya perekonomian global.
Pemerintah pada tahun ini menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2% dan akan meningkat menjadi 5,6% pada tahun depan.
Dalam upaya menjaga pertumbuhan konsumsi itulah pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) bertekad untuk menjag stabilitas harga-harga barang jelang bulan puasa.
Koordinasi antara pemerintah dan BI difokuskan pada upaya menjamin pasokan dan distribusi, khususnya bahan kebutuhan pokok untuk menjaga ekspektasi inflasi.
Kementerian Perdagangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga telah turun memantau stok dan pergerak-an harga barang di pasar. (Ata/*/E-1)
HEAD of Macroeconomic & Financial Market Research Department Bank Mandiri Dian Ayu Yustina memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5%.
PEMERINTAH melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berencana memanggil pengelola lokapasar atau marketplace memberikan para pedagang mendapatkan insentif.
Saya tidak melihat indikasi turunnya konsumsi.
ASOSIASI Pengusaha Indonesia (Apindo) melihat capaian pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 sebesar 5,12% memberi sinyal bahwa perekonomian Indonesia masih memiliki pondasi yang kuat.
Karena itu, insentif harus dirancang sebagai bagian dari ekosistem yang mendorong produktivitas, transfer teknologi, dan peningkatan kualitas tenaga kerja.
CHIEF Economist Permata Bank Josua Pardede mengungkapkan persoalan validitas data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi triwulan II sebesar 5,12%.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved