Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan menilai stabilitas sistem keuangan (SSK) masih terjaga dengan baik.
Selain itu kinerja intermediasi keuangan masih solid dengan pertumbuhan kredit perbankan masih pada level 2 digit serta didukung dengan profil resiko yang terjaga pada level yang rendah.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan, per Februari lalu secara year on year (yoy) kredit perbankan tumbuh 12,13% dengan rasio kredit bermaslaah atau non performing loan (NPL) gross perbankan sebesar 2,59%.
Baca juga : Stabilitas Sistem Keuangan Triwulan I 2019 Terjaga Baik
"Pertumbuhan kredit perbankan ini didorong oleh kredit-kredit yang sifatnya produktif yaitu kredit investasi yang tumbuh mencapai 13,96% dan kredit modal kerja yang tumbuh mencapai 12,75%," kata Wimboh Santoso dalam konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (23/4).
Selain itu menurut Wimboh, penyaluran kredit perbankan didorong oleh empat sektor yang pertumbuhannya lebih tinggi dari rata-rata industri yaitu sektor pertambangan, listrik gas dan air, konstruksi serta transportasi.
Sedangkan pembiayaan dari lembaga pembiayaan masih tumbuh positif mencapai 4,61% secara tahunan dengan non performing financing (NPF) perusahaan pembiayaan relatif terjaga sebesar 2,70%. (OL-8)
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved