Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perdagangan menggelar kegiatan operasi pasar komoditas bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (18/4)
Operasi pasar kali ini tidak ditujukan langsung kepada konsumen, tetapi kepada para pedagang eceran di pasar tersebut. Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya gejolak atau protes dari pedagang-pedagang kecil.
Bekerja sama dengan salah satu importir yakni PT Mahkota Abadi Prima Jaya, bawang putih sebanyak 8 ton dijual kepada para pedagang eceran dengan harga Rp500 ribu per karung seberat 20 kg, atau Rp25 ribu per kg.
"Operasi pasar dilakukan untuk menindaklanjuti permintaan Menteri Perdagangan (Enggartiasto Lukita) kepada para importir untuk mengeluarkan stok dan membantu menstabilkan harga," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Tjahya Widayanti.
Melalui kegiatan itu, di tingkat grosir, bawang putih dijual seharga Rp20 ribu per kg. Dengan begitu, diharapkan harga di konsumen akan berada di kisaran Rp30 ribu-Rp32 ribu per kg.
Baca juga : Bulog tidak Perlu Jadi Importir Bawang
Adapun, di ritel modern dengan kondisi yang sudah rerkupas bersih diproyeksikan Rp35 ribu per kg.
Tjahya menekankan operasi pasar akan terus dilakukan hingga harga bawang putih kembali turun ke level normal di kisaran Rp25 ribu-Rp30 ribu per kg di tingkat konsumen.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga rata-rata nasional bawang putih ukuran sedang, pada Kamis (18/4), telah mencapai Rp44.250/kg, naik 7,53% dibandingkan sehari sebelumnya.
Ia mengungkapkan sejauh ini sudah ada lima importir yang berkomitmen untuk membanjiri pasar dengan komoditas hortikultura tersebut.
Diperkirakan, ada sekitar 100 ribu ton stok bawang putih yang masih tersedia dari sisa impor tahun lalu. Adapun, kebutuhan rata-rata per bulan secara nasional ialah 30 ribu ton
"Per hari kita akan keluarkan minimal delapan sampai sepuluh ton, kalau bisa lebih 20 ton ya akan dikeluarkan segitu," tandas Tjahja. (OL-8)
Pantauan di Pasar Gedhe Klaten, Senin (9/3), harga beras lokal medium IR-64 stabil Rp14.000 per kilogram, dan beras Bulog SPHP tetap Rp12.500 per kilogram.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
Sedangkan cabai rawit hijau yang semula harganya rata-rata kisaran Rp49.400 per kg, naik jadi Rp52.200 per kg.
Kenaikan harga daging ayam ras berada di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menu berbuka puasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved