Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGGINYA harga tiket pesawat turut andil pada inflasi Maret 2019 sebesar 0,3% dari total inflasi 0,11%.
Berkaitan dengan itu, pengamat penerbangan Arista Atmajati mengungkapkan hal tersebut berhubungan erat dengan pihak maskapai yang ingin menutup kerugian dari tahun-tahun sebelumnya.
"Pihak maskapai mau melakukan recovery. Karena hampir 3 tahun maskapai-maskapai Indonesia rapotnya merah. Karena yang lalu-lalu, semua maskapai bermain di tarif batas bawah," kata Arista kepada Media Indonesia, Selasa (2/4).
Naiknya harga tiket pesawat tersebut, kata Arista, tak bisa dimungkiri akan berpengaruh pada inflasi, turunnya tamu hotel, serta turunnya jumlah wisatawan domestik. Namun begitu, dirinya menilai hal tersebut dilakukan oleh pihak maskapai untuk memperbaiki keuangannya.
Dirinya memberikan contoh, Garuda Indonesia pada 2018 meraup untung sebesar Rp11,3 miliar dibanding pada 2017 yang mengalami kerugian hingga Rp3 triliun.
Baca juga: Bawang dan Tiket Pesawat Sumbang Inflasi Terbesar Maret
Arista kemudian menyatakan dengan banyaknya pihak maskapai yang masih bermain di tarif batas atas, artinya masih ada kepercayaan diri dari pihak maskapai bila produknya akan tetap laku di pasaran.
"Kalau supply demandnya masih bisa, mungkin maskapai masih percaya diri untuk menetapkan di tarif batas atas. Tapi kalau supply demandnya drop, akhirnya mungkin akan bermain di tarif batas menengah dan batas bawah," katanya.
Di samping itu, dirinya juga mengkritisi Permenhub Nomor 20 Tahun 2019 dengan turunan Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 72 Tahun 2019 yang baru dikeluarkan pada awal April. Sebab, peraturan tersebut tidak akan berjalan efektif saat memasuki waktu liburan.
"Efektivitas peraturan dikeluarkan awal April akan tidak begitu berdampak. Karena sebentar lagi akhir April sampai Juni demand-nya mulai banyak," tukas Arista.
Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto juga mengakui, fenomena andil harga tiket angkutan udara terhadap inflasi pada Maret merupakan hal yang tidak biasa.
"Saya highligt. Ini tidak biasa. Bahwa angkutan udara masih memberikan share pada inflasi di bulan Januari dan sekarang memberikan share pada inflasi di bulan Maret ini," katanya. (OL-3)
TIKET pesawat mahal dikeluhkan oleh masyarakat saat arus mudik lebaran 2026. Kementerian Perhubungan atau Kemenhub mengatakan mahalnya tiket pesawat karena ada skema transit
MENJELANG musim mudik Lebaran 2026, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan stimulus diskon tiket kelas ekonomi hingga 18 persen merespons keluhan harga tiket pesawat mahal
Tiket mahal terjadi karena bertepatan memasuki libur Natal dan Tahun baru (Nataru) 2026 maka khusus penerbangan ke Medan mengalami peningkatan harga.
Budi menjelaskan karena pada saat itu memasuki libur Natal dan Tahun baru (Nataru) 2026 maka khusus penerbangan ke Medan mengalami peningkatan.
Pada semester I 2024, Garuda mencatat kerugian sebesar Rp1,54 triliun. Perseroan pelat merah itu mencatatkan pembengkakan beban usaha yang besar.
PENGAMAT penerbangan Alvin Lie berpandangan rencana pemerintah menurunkan harga tiket pesawat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan memberatkan perusahaan maskapai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved