Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) fokus mendorong permintaan domestik agar tetap menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Hal itu dilakukan mengingat perekonomian global diprediksi akan melambat.
"BI lakukan langkah kebijakan akomodatif, untuk dorong permintaan domestik," kata Deputi Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI IGP Wira Kusuma, di Hotel JW Marriot, Yogyakarta, Sabtu, (23/3).
BI akan fokus memperkuat stabilitas eksternal untuk mendorong permintaan domestik. Stabilitas eksternal juga membuat bank sentral mempertahankan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini.
"Permintaan domestik jadi fokus untuk pertumbuhan ekonomi. Jadi berdasarkan hal tersebut kebijakan yang disampaikan perkuat stabilitas eksternal yang jadi prioritas BI dan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi," jelas dia.
Dirinya menambahkan prospek ekonomi global akan melambat tahun ini. Perlambatan ekonomi tersebut juga membuat bank sentral negara maju mulai mengambil langkah dovish terkait kebijakan suku bunganya.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi 2019 akan Terhambat akibat Perlambatan Global
"Kalau dilihat persepsi pasar, kenaikan FFR pasar perkirakan sepanjang 2019 tidak ada kenaikan, itu dinamika. Kemudian di Eropa juga demikian, normalsiasi kebijakan di ECB melambat," ungkapnya.
Dengan berkurangnya ketidakpastian dari pasar keuangan global maka aliran modal akan mengalir ke negara berkembang seperti Indonesia. Terlebih prospek ekonomi Indonesia juga terbilang baik.
"Tentu saja ada risiko sektor eksternal, perkembangan eksternal belum kondusif berdampak ke perekonomian domestik. Domestik transaksi berjalan (CAD) masih tinggi," pungkas Wira. (Medcom/OL-7)
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved