Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Chatib Basri menyatakan neraca perdagangan yang mengalami defisit (current account deficit/CAD) bukan sebuah masalah bagi Indonesia. Ia menilai itu merupakan hal lumrah bagi negara berkembang.
"Di sebuah negara yang masih tahap awal, itu sangat normal mengalami defisit. Maka kita harus impor," kata Chatib di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (14/3).
Chatib menerangkan, sebagai negara yang masih banyak melakukan pembangunan, sangat wajar apabila mengimpor bahan baku dan mesin. Sebab Indonesia belum memiliki modal untuk menghasilkan bahan baku secara mandiri.
Baca juga: Tahun Ini, BI Targetkan CAD Capai 2,5 Persen
Dirinya memberikan contoh, Singapura pernah mengalami CAD sebesar 10%, dan Tiongkok sebesar 12%. Untuk itu, dirinya menilai Indonesia sebaiknya fokus menjaga stabilisasi ekonomi tanpa mengurangi impor.
"Isunya bukan di CAD. Tapi kita harus cari cara bagaimana dengan CAD besar tapi perkembangan ekonomi stabil," ucapnya.(OL-5)
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
PEREKONOMIAN DKI Jakarta mencatatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025.
Ia menambahkan, pertumbuhan sektor riil bahkan melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga menopang kinerja ekonomi secara keseluruhan.
Dunia usaha menilai pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 belum sepenuhnya mencerminkan akselerasi pertumbuhan yang optimal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved