Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HUBUNGAN dagang Indonesia dan Rusia terus menunjukkan potensi untuk ditingkatkan. Menggaet potensi tersebut, Kamar Dagang dan Industri kedua negara pun sepakat untuk saling memperkuat hubungan.
Hal itu diwujudkan lewat Indoesia Russia Bussiness Dialogue yang mempertemukan Russian Federation Chamber of Commerce and Industry (Kadin Rusia) dengan Kadin Indonesia di Jakarta, Selasa (12/3).
Pertemuan yang dihadiri langsung Presiden Kadin Rusia Segey N Katyrin dan Ketua Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani itu bertujuan meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Rusia.
Pertemuan itu juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkenalkan berbagai potensi investasi dan perdagangan kepada para pelaku bisnis di Rusia.
“Kami sangat ingin menjalin hubungan baik dengan para pengusaha Indonesia. Inilah yang mendorong kami untuk selalu membantu pengusaha di Rusia untuk mencari rekan bisnis yang tepat di Indonesia,” kata Sergey N. Katyrin.
“Kami juga siap menunjuk orang yang bisa bekerja sama dengan Indonesia. Kami akan menjalin kerjasama dan tukar-menukar informasi demi perkembangan hubungan perdagangan dengan indonesia. Kami juga mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam pameran Expocentre di Rusia,” imbuh Sergey.
Pertemuan ini juga menandai kunjungan pertama Presiden Russian Federation Chamber of Commerce and Industry ke Indonesia dallam 20 tahun terakhir.
Baca juga : Kadin Soroti Masalah Produktivitas di Indonesia
“Kadin Indonesia akan berperan aktif untuk lebih mempererat hubungan dagang ini. Kami juga akan memfasilitasi pengusaha di Indonesia agar tercipta hubungan dagang dengan Rusia,” kata Rosan P. Roeslani saat menyambut kedatangan delegasi dari Rusia ini.
Rombongan Kadin Rusia terdiri juga dari beberapa Ketua Kamar Dagang Regional dari Rusia seperti dari Kuzbass, Primorsk serta Lipetsk maupun sejumlah pengusaha Rusia dari berbagai industri.
Selain membawa misi mempererat hubungan dagang, kadin Rusia juga memperkenalkan kepada para pelaku bisnis di Indonesia sebuah perusahaan pameran terbesar di Rusia bernama Expocentre yang merupakan bagian dari Kadin Rusia dan menyelenggarakan lebih dari 100 pameran setiap tahunnnya.
Lewat berbagai pameran yang diselenggarakan Expocentre ini, eksportir Indonesia dapat memamerkan produknya di Rusia.
Pameran yang digelar Expocentre juga menjadi pintu masuk terbaik bagi produk-produk Indonesia untuk dipasarkan di negara-negara di sekitar Rusia, termasuk Eropa Timur.
Untuk itu, Ketua Kadin Komite Rusia Didit Ratam menyambut baik ajakan dari delegasi Expocentre yang dipimpin oleh General Director Sergey S. Bednov.
“Selama 3 tahun terakhir, Indonesia menunjukkan geliat perkembangan yang luar biasa dari dari para pelaku UKM yang didukung oleh perkembangan teknologi saat ini. Saya optimis kunjungan delegasi Rusia bisa memberikan dampak positif ke Indonesia bagi dunia bisnis di Indonesia yang sedang giat-giatnya melakukan gerakan ekspor,” ujar Didit.
Kadin Indonesia pun memfasilitasi pertemuan antara delegasi Expocentre dengan para pelaku ekonomi Indonesia lewat penyelenggaraan Presentation of JSC “Expocentre” yang diadakan di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan dengan menghadirkan General Director Expocentre Sergey S. Bednov serta presentasi yang dibawakan oleh Head of Exhibition Operating Management Ekaterina Bednova.
Setelah sesi presentasi, pertemuan bisnis antara delegasi Kadin Rusia dan para pelaku bisnis di Indonesia pun digelar untuk menghasilkan berbagai tindakan konkret ke depan. (RO/OL-8)
Pemerintah berjanji meninjau ulang kebijakan kuota impor daging sapi reguler pada Maret 2026, menyusul keberatan pelaku usaha swasta atas pemangkasan kuota yang dinilai terlalu drastis.
NILAI impor Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Oktober 2025 tercatat mencapai US$1.866.025.235,82.
Dengan pertukaran data berbasis elektronik antarotoritas negara, perubahan atau manipulasi dokumen menjadi sulit dilakukan.
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pada Oktober 2025, ekspor tercatat US$24,24 miliar dan impor US$21,84 miliar sehingga surplus US$2,39 miliar.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan neraca perdagangan barang pada Oktober 2025 mencatatkan surplus sebesar US$2,39 miliar.
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Delapan perusahaan asal Jawa Timur ambil bagian dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Serentak yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.
Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi produk Malaysia karena kedekatan budaya, selera, dan preferensi konsumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved