Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT penerbangan Gerry Soejatman menilai tidak ada yang salah dengan harga tiket pesawat mahal selama masih di bawah ketentuan batas atas. Begitu pula harga tiket pesawat murah tidak menyalahi aturan jika masih di atas tarif batas bawah.
"Masalah harga tiket ini serba salah ya. Kalau semua dijual murah maskapai akan rugi. Kalau semua dijual mahal nggak ada yang bisa terbang," kata Gerry kepada Media Indonesia, Senin (4/3).
Namun, Gerry menyebut ada solusi terkait masalah harga tiket yang kini dihadapi masyarakat. Ia menyarankan pihak maskapai membuat kebijakan khusus berupa penawaran tiket murah untuk pemesanan jauh hari. Maskapai bisa menaikkan tarif seiring semakin dekatnya hari keberangkatan.
"Harga kan bisa bergerak. Kenapa tidak menerapkan seperti di luar negeri, kalau belinya jauh-jauh hari sebelum itu (tiket pesawat) bisa dijual murah. Hanya beberapa kursi yang dilepas dengan harga segitu. Semakin dekat semakin mahal, kalau satu sampai dua hari sebelum berangkat mahal nggak masalah," ujarnya.
Baca juga: Tiket Pesawat Mahal Hambat Pemulihan Pariwisata Lombok
Cara tersebut, lanjut Gerry, bisa mengajarkan para konsumen untuk membeli tiket jauh-jauh hari jika ingin mendapat tarif murah. Namun, hal itu tergantung kesediaan pihak maskapai untuk menerapkan kebijakan tersebut.
Terkait dugaan kartel, Gerry belum bisa menyimpulkan. Dia mengungkapkan dugaan muncul akibat pernyataan pihak maskapai dalam konferensi pers awal Januari lalu
"Saya tidak tahu apakah benar-benar terjadi atau tidak. Cuma memang komentar yang dilontarkan pada saat pers conference di awal Januari itu mengindikasikan (kartel) karena bilang kita sepakat menurunkan," pungkasnya.
Gerry pun memercayakan penyelidikan dugaan kartel kepada pihak KPPU. Ia pun yakin KPPU akan membuka hasil investigasi setelah ada kesimpulan.(OL-5)
TIKET pesawat mahal dikeluhkan oleh masyarakat saat arus mudik lebaran 2026. Kementerian Perhubungan atau Kemenhub mengatakan mahalnya tiket pesawat karena ada skema transit
MENJELANG musim mudik Lebaran 2026, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan stimulus diskon tiket kelas ekonomi hingga 18 persen merespons keluhan harga tiket pesawat mahal
Tiket mahal terjadi karena bertepatan memasuki libur Natal dan Tahun baru (Nataru) 2026 maka khusus penerbangan ke Medan mengalami peningkatan harga.
Budi menjelaskan karena pada saat itu memasuki libur Natal dan Tahun baru (Nataru) 2026 maka khusus penerbangan ke Medan mengalami peningkatan.
Pada semester I 2024, Garuda mencatat kerugian sebesar Rp1,54 triliun. Perseroan pelat merah itu mencatatkan pembengkakan beban usaha yang besar.
PENGAMAT penerbangan Alvin Lie berpandangan rencana pemerintah menurunkan harga tiket pesawat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan memberatkan perusahaan maskapai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved