Jumat 01 Maret 2019, 20:23 WIB

Penangguhan Pungutan Ekspor CPO Jadi Insentif Pelaku Usaha

Micom | Ekonomi
Penangguhan Pungutan Ekspor CPO Jadi Insentif Pelaku Usaha

Antara

 

PENANGGUHAN pungutan ekspor minyak kelapa sawit adalah langkah positif untuk membantu mengatasi defisit neraca perdagangan nasional. Kebijakan itu juga diyakini bisa menjadi insentif bagi pelaku usaha.

Petani hingga pengusaha kelapa sawit diyakini akan terpacu untuk produksi dan ekspor komoditas unggulan Indonesia tersebut.

“Untuk mengantisipasi dampak defisit yang makin melebar maka diberi insentif untuk bisa melakukan ekspor. Salah satunya dengan menahan pungutan ekspor ini. Itu kebijakan yang cukup tepatlah,” tutur ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, di Jakarta, Jumat (1/3).

Fithra mengatakan, selama ini minyak kelapa sawit masih menjadi komoditas unggulan untuk mencetak pundi-pundi bagi negara. Keberlangsungan ekspor tentu perlu ditunjang dengan insentif agar produksi di dalam negeri tidak terlalu terbebani dengan berbagai pungutan ekspor maupun hambatan dari luar negeri.

Menurutnya,  keputusan pemerintah ini tak ayal mempertimbangkan votalitas harga minyak sawit di internasional yang masih sangat fluktuatif. Di sisi lain, ia meyakini keputusan ini juga mempertimbangkan ekspor nusantara yang pertumbuhannya belum signifikan.

Baca juga: Pemerintah Tunda Pengenaan Pungutan Ekspor CPO

“Bisa mengurangi setidaknya beban bagi pelaku usaha terkait sawit. Ini bisa menjadi insentif bagi mereka untuk berproduksi,” ujar akademisi ini lagi.

Hanya saja dia mengingatkan, pengaruh kebijakan ini tidak bisa dilihat segera dalam nilai ekspor. Mengingat hambatan dari luar juga masih banyak. Untuk itulah, pencarian pasar baru masih perlu untuk terus digeliatkan.

Upaya pemerintah yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam misi dagang membuka pasar baru untuk komoditas ini adalah hal yang juga penting.

“Dengan adanya hambatan yang makin tinggi dari negara partner memang tidak bisa berkembang pesat secara signifikan dalam waktu dekat,” ungkap Fihtra.

Sebelumnya ditetapkan apabila harga referensi CPO telah mencapai US$570 per ton maka diwajibkan dikenai pungutan ekspor sebesat US$25 per ton.

Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.05/2018 yang berlaku sejak 4 Desember 2018.

Sementara itu, harga referensi dari Kemendag untuk crude palm oil (CPO) per Maret ini sudah mencapai US$595,98 per ton.

Harga referensi yang diambil tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13/PMK.010/2017. Di mana ditentukan penentuan harga referensi komoditas berdasarkan kisaran harga di periode 2 minggu sebelumnya.

Artinya, harga referensi CPO untuk Maret ini tak lain merupakan kisaran harga internasional pada periode  20 Januari—19 Februari 2019 kemarin.

Atas dasar itulah dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) pada Kamis (29/2), pemerintah memutuskan penangguhan pungutan ekspor agar tidak merugikan pelaku usaha dan petani. Mengingat harga aktual di pasar internasional untuk CPO pada seminggu terakhir berada di kisaran US$545 per ton.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kesempatan berbeda menekankan pentingnya peran minyak kelapa sawit dan produk turunannya dalam perekonomian Indonesia.

Kini, sebanyak 60% total nilai ekspor Indonesia berasal dari minyak kelapa sawit. Industri ini juga  menjadi sumber penghasilan bagi 16,5 juta pekerja langsung dan tidak langsung.

Industri minyak kelapa sawit Indonesia juga berkontribusi terhadap lebih dari 50 persen total produksi dunia. (A-1)

Baca Juga

Antara

SBN Indonesia Masih Menarik Bagi Investor Asing dan Domestik

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 24 Mei 2022, 16:41 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan tingkat imbal surat utang negara AS US Treasury (UST) diproyeksikan bisa mencapai 3,45%...
Dok.Betolar

Perusahaan Finlandia Siap Pasok Beton Rendah Karbon Geoprime untuk Pembangunan Ibu Kota Baru

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 16:33 WIB
Perusahaan teknologi material Finlandia, Betolar, telah mengembangkan solusi Geoprime untuk produksi beton yang tahan lama, berkelanjutan,...
Antara

Pakai Produk Lokal Upaya Bangun Kemandirian Bangsa

👤Siti Yona Hukmana 🕔Selasa 24 Mei 2022, 16:18 WIB
Menurut Lestari, target menghubungkan sektor UMKM dengan market place agar bisa memasarkan produknya secara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya