Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) terus mendorong penyelesaian ruas-ruas tol baru di berbagai wilayah.
Terutama di Trans Sumatera yang menjadi fokus utama pada saat ini.
Kepala Badan Pegatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan terdapat empat ruas Trans Sumatera yang dalam waktu dekat secara bertahap siap diresmikan dan beroperasi sebelum semester pertama tahun ini berakhir.
Empat ruas itu adalah Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,93 km, Medan-Binjai Segmen Helvetia-Veteran seoanjang 2,75 km, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi 7 sepanjang 9,1 km dan Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189,2 km.
Baca juga : Pembebasan Tanah Jalan Tol Tebingtinggi Lancar
“Dua diantara mereka yakni Bakauheni-Terbanggi Besar dan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sudah mengantongi Sertifikat Laik Operasi. Sedangkan dua lainnya masih dalam proses penerbitan di Direktorat Jenderal Bina Marga," ujar Danang melalui keterangan resmi, Kamis (28/2).
Melihat kinerja yang cukup cepat itu, ia optimistis ruas utama Trans Sumatera sepanjang 2.000 km akan dapat tersambung seluruhnya pada tahun 2024.
"Jika melihat capaian selama empat tahun terakhir ketika Trans Jawa berhas tersambung, bukan tidak mungkin Tol dari Bakaheuni sampai Banda Aceh dengan juga akan tersambung pada 2924," tandasnya. (OL-8)
Emosi yang tidak stabil saat macet sering kali memicu pengemudi bertindak agresif, seperti bermanuver zigzag atau menyalip melalui bahu jalan.
Kendaraan yang bergerak menuju wilayah timur Trans Jawa masih terlihat cukup tinggi yakni sebanyak 40.904 kendaraan.
INDONESIA Investment Authority (INA) berkomitmen bukan hanya sebagai penyedia modal, melainkan juga sebagai agen perubahan tata kelola dan operasional di proyek-proyek strategis.
Pembukaan fungsional ruas tol Sibanceh Seksi 1 ini diharapkan menjadi jalur vital untuk distribusi bantuan kemanusiaan dan mempercepat waktu tempuh kendaraan tanggap darurat.
Ia menjelaskan, saat ini belum terdapat jalur alternatif arteri karena kawasan sekitar masih tergenang.
Pembangunan Tol Layang Cikunir-Karawaci senilai Rp37 triliun diharapkan membuka ribuan lapangan kerja dan meningkatkan konektivitas Jabodetabek.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved