Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit neraca perdagangan Indonesia sebesar US$1,159 miliar pada Januari 2019.
Defisit itu disebabkan angka impor yang lebih besar dari ekspor yakni US$15,03 miliar berbanding US$13,87 miliar.
Di tengah kinerja yang kurang memuaskan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution melihat ada secercah harapan dari kebijakan mandat B20 di dalam negeri.
Pasalnya, jumlah ekspor sektor minyak dan gas (migas) mengalami penurunan, baik secara tahunan yakni US$1,32 miliar pada Januari tahun lalu, maupun secara bulanan yakni US$1,74 miliar pada Desember silam, menjadi US$1,23 pada Januari tahun ini.
"Menariknya migas kita turun impornya. Intinya, kebijakan B20 itu ada pengaruhnya terhadap neraca perdagangan migas. Soal berapanya nanti kita hitung," ujar Darmin di kantornya, Jumat (15/2).
Baca juga: Impor Mereda di Awal Tahun
Sementara, untuk terus menggenjot kinerja ekspor, pemerintah akan berupaya lebih keras menggerakkan industri pengolahan.
Darmin mengatakan ke depannya, Indonesia tidak akan hanya mengandalkan komoditas-komoditas yang belum sepenuhnya terolah. (OL-3)
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
CarbonX juga bergabung dalam sesi agenda bersama panel dengan tajuk “Carbon Trade & Investment” dan “Community Development Engagement Opportunity.”
Shinta yang juga CEO Sintesa Group juga dinilai merupakan individu yang turut berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia maupun mancanegara.
Sebagai forum dialog resmi G20 yang mewakili komunitas bisnis global, B20 bertugas memformulasikan rekomendasi kebijakan atas sejumlah isu global yang selaras dengan agenda G20
Sebanyak 52 poin kesepakatan termuat dalam dokumen deklarasi yang dinamakan “G20 Bali Leaders Declaration”.
Shinta juga dengan bangga menyatakan tahun ini, 34% anggota Task Force/Action Council B20 Indonesia adalah perempuan yang menunjukkan komitmen berkelanjutan Indonesia di B20
Bali Leaders Declaration yang menonjol adalah seluruh anggota G20 berkomitmen untuk mengadopsi teknologi digital guna mendorong inovasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved