Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit neraca perdagangan Indonesia sebesar US$1,159 miliar pada Januari 2019.
Defisit itu disebabkan angka impor yang lebih besar dari ekspor yakni US$15,03 miliar berbanding US$13,87 miliar.
Di tengah kinerja yang kurang memuaskan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution melihat ada secercah harapan dari kebijakan mandat B20 di dalam negeri.
Pasalnya, jumlah ekspor sektor minyak dan gas (migas) mengalami penurunan, baik secara tahunan yakni US$1,32 miliar pada Januari tahun lalu, maupun secara bulanan yakni US$1,74 miliar pada Desember silam, menjadi US$1,23 pada Januari tahun ini.
"Menariknya migas kita turun impornya. Intinya, kebijakan B20 itu ada pengaruhnya terhadap neraca perdagangan migas. Soal berapanya nanti kita hitung," ujar Darmin di kantornya, Jumat (15/2).
Baca juga: Impor Mereda di Awal Tahun
Sementara, untuk terus menggenjot kinerja ekspor, pemerintah akan berupaya lebih keras menggerakkan industri pengolahan.
Darmin mengatakan ke depannya, Indonesia tidak akan hanya mengandalkan komoditas-komoditas yang belum sepenuhnya terolah. (OL-3)
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
CarbonX juga bergabung dalam sesi agenda bersama panel dengan tajuk “Carbon Trade & Investment” dan “Community Development Engagement Opportunity.”
Shinta yang juga CEO Sintesa Group juga dinilai merupakan individu yang turut berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia maupun mancanegara.
Sebagai forum dialog resmi G20 yang mewakili komunitas bisnis global, B20 bertugas memformulasikan rekomendasi kebijakan atas sejumlah isu global yang selaras dengan agenda G20
Sebanyak 52 poin kesepakatan termuat dalam dokumen deklarasi yang dinamakan “G20 Bali Leaders Declaration”.
Shinta juga dengan bangga menyatakan tahun ini, 34% anggota Task Force/Action Council B20 Indonesia adalah perempuan yang menunjukkan komitmen berkelanjutan Indonesia di B20
Bali Leaders Declaration yang menonjol adalah seluruh anggota G20 berkomitmen untuk mengadopsi teknologi digital guna mendorong inovasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved