Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mendorong perusahaan-perusahaan Tanah Air dapat berinvestasi dan membuka pabrik di negara-negara mitra.
Hal itu perlu dilakukan guna melancarkan dan memperkuat kegiatan ekspor.
Salah satu korporasi yang dinilai memiliki potensi besar untuk melaksanakan langkah tersebut adalah Mayora Group. Pasalnya, salah satu merek perusahaan yang bergerak di sektor makanan dan minuman itu, yakni Torabika Capuccinno, kini sudah mampu merangsek dan menjadi salah satu pemimpin pasar di Rusia.
"Produk-produk seperti inilah yang akan menjadi prioritas ekspor. Kita tidak boleh terpaku pada ekspor bahan-bahan komoditas, seperti kelapa sawit, barang tambang dan lain-lain. Kita mau mendorong produk yang punya nilai tambah," ujarnya di Jakarta, Rabu (6/2).
Maka dari itu, dengan membuka fasilitas pabrik di negara tujuan, diharapkan kerja sama perdagangan dapat dijalin lebih erat lagi dan memberikan keuntungan kepada Indonesia.
Baca juga: Ekspor Turun Sebabkan Ekonomi Indonesia hanya Tumbuh 5,17%
Enggartiasto menekankan, di masa mendatang, ekspor dan investasi akan terus menjadi andalan dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Pada 2018, Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17%.Raihan itu tidak terlepas dari kinerja ekspor yang sudah baik sepanjang tahun lalu yakni mencapai US$163,6 miliar atau tumbuh 7,5% dari tahun sebelumnya.
"Pertumbuhan ekonomi kita, di tengah ketidakpastian perekonomian global, bisa mencapai 5,17%. Itu mendapat apresiasi dari berbagai negara mitra," ujar Enggartiasto.
Dengan capaian tersebut dan didukung kuatnya ekspor nonmigas yang terus bertumbuh setiap tahun, ia optimistis Indonesia mampu mencapai target pertumbuhan 5,3% pada 2019.
"Dengan berbagai parameter yang ada, kami yakin bisa mencapai apa yang sudah menjadi target," tandasnya. (OL-3)
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved