Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH dikerjakan sejak 2015, Bendungan Mila di Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya rampung dan mulai digenangi air pada Kamis (17/1).
Bendungan Mila merupakan bendungan multiguna. Salah satu fungsi utama bendungan berkapasitas tampung 6,73 juta meter kubik air itu adalah untuk mendukung kontinuitas suplai air Daerah Irigasi (DI) Rababaka seluas 1.689 hektare (ha) di Kecamatan Woja.
Dengan adanya asupan air yang terjamin, diharapkan indeks pertanaman dapat meningkat menjadi 300%.
Selain itu, Mila juga menjadi sumber air baku bagi Kecamatan Woja dan Dompu dengan kapasitas 100 liter per detik. Bendungan itu juga mampu mereduksi banjir sebesar 142,57 meter kubik per detik dan berfungsi sebagai tempat wisata, perikanan dan konservasi SDA.
Namun, untuk menjaga kualitas bendungan, masyarakat tidak boleh menggunakan keramba sebagai alat budi daya. Pasalnya, dalam beberapa pengalaman, sistem itu kerap mengakibatkan air bendungan tercemar dan membuat ikan-ikan mati.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hari Suprayogi mengungkapkan, pada intinya, pembangunan bendungan Mila ditujukan untuk menjamin ketersediaan air yang berkelanjutan bagi masyarakat di daerah setempat dan sekitarnya.
"Pembangunan infrastruktur ini merupakan komitmen pemerintah dalam mewujudkan ketahanan air dan pangan di masa depan," ujar Hari melalui keterangan resmi, Jumat (18/1).
Di NTB, pemerintah melalui Kementerian PU-Pera sedianya membangun lima bendungan yakni Tanju, Mila, Bintang Bano, Beringin Sila dan Meninting.
Dua di antara mereka, termasuk Mila salah satunya, telah selesai dibangun. Adapun, satu lainnya adalah Tanju yang sudah rampung sejak Juli 2018 lalu.
“Kehadiran Bendungan Mila akan melengkapi Bendungan Tanju yang merupakan bagian dari Sistem Irigasi Rababaka Komplek,” kata Hari.
Baca juga: Pemerintah akan Bangun Dua Bendungan di Blora untuk Pasok 5 Daerah
Bupati Dompu Bamban Yasin meyakini kehadiran dua Bendungan Mila dan Tanju akan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di daerah tersebut yang terkenal dengan produksi jagung dan berasnya.
"Bagi kami, keberadaan Sistem Irigasi Rababaka merupakan satu mimpi yang menjadi kenyataan. Karena, alaminya, Dompu merupakan daerah tandus. Kini kami memiliki ketersediaan air yang terjaga," tandasnya.
Proyek Mila dan Tanju dibangun dalam satu paket yang sama dengan biaya sebesar Rp231,66 miliar. Adapun, pengerjaan dilakukan PT Nindya Karya dan PT Hutama Karya dengan skema Kerja Sama Operasi. (OL-3)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved