Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian menargetkan produksi beras sebesar 10 juta ton atau setara 17 juta ton gabah kering giling (GKG) pada Januari sampai dengan Maret.
Target itu didasarkan pada hitungan luas panen yang ditaksir mencapai 3,3 juta hektare (ha), dengan produktivitas padi mencapai 5,1 ton GKG per ha. Secara rinci, Kementan memproyeksikan produksi beras pada Januari sebesar 2,2 juta ton, Februari 5,2 juta ton dan Maret 2,6 juta ton.
"Itu masih angka sementara, belum final dengan BPS. Panen raya itu tidak pernah berbarengan karena musim hujan selalu bergeser dari barat terus ke timur. Mulai bulan ini dan Februari kemungkinan panen raya akan ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ujar Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Sumardjo Gatot Irianto, Rabu (16/1).
Baca juga: Capres Harus Miliki Strategi Selamatkan Industri Ritel
Menanggapi hal itu, pengamat sekaligus praktisi pertanian Dwi Andreas menilai target tersebut terlalu ambisius. Pasalnya, musim tanam pada akhir tahun lalu bergeser sehingga membuat panen raya mundur. Produksi, lanjutnya, baru akan terlihat besar pada Maret dan puncaknya pada April.
"Kalau prediksi saya, Januari sampai Maret ini produksi tidak akan lebih dari enam juta ton," ujar Dwi.
Terlebih, ia mengatakan pada periode Desember 2018 hingga Maret 2019 terdapat potensi fenomena elnino hingga 80%.
"Itu sudah dirasakan di jaringan kami. Beberapa minggu terakhir, sudah dilaporkan sawah yang baru tanam tiba-tiba kering, terutama yang berada di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan sebagian besar Jawa," ucapnya.
Untuk lahan sawah yang memiliki sistem irigasi yang bersumber dari waduk dengan kapasitas air baik tidak akan menjadi masalah. Namun untuk sawah tadah hujan, situasi itu tentu menjadi persoalan.
"Jadi ini perlu diperhatikan bagaimana antisipasinya. Kalau dibiarkan, pasti akan mengganggu panen raya. Walaupun hujan tetap turun, intensitasnya akan berkurang karena ketika wilayah pasifik panas, sebagian air akan diserap ke sana," jelasnya. (OL-6)
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved