Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman, menekankan telah memperingatkan ke masyarakat akan risiko besar dari transaksi virtual currency termasuk Bitcoin. Sebab dampaknya akan sampai ke masyarakat, sistem keuangan dan sistem moneter.
Bila perusahaan memfasilitasi transaksi Bitcoint di Indonesia seperti Bitcoin Indonesia ataupun Pelayanan Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), terkait jasa sistem pembayaran, kata Agusman, maka akan terkena hukuman.
"Makanya kami memperingatkan ke masyarakat untuk berhati-hati. Sudah baca sanksinya (pada PBI pemrosesan Transaksi Pembayaran (PTP) PBI dan PBI fintech). Pidana itu," tukas Agusman, usai Bincang Bersama Media, di Jakarta , Senin (15/1).
Dia menekankan mencairkan dana Bitcoin melalui perbankan tidak bisa dilakukan karena bukan penjamin dari transaksi virtual currency.
"Jadi yang kami ingatkan ke masyarakat itu risikonya. Kalau tidak mengerti masyarakat awam kasihan. Mutlak tidak boleh mencairkan dana bitcoin di perbankan yang merupakan jasa sistem pembayaran,"
Namun Bank Indonesia mengaku tidak bisa serta merta menutup kegiatan Bitcoin Indonesia. Sebab kalau dia tidak ada sangkut paut dengan sistem pembayaran, maka bukan wewenang Bank Indonesia.
"Bukan kami yang secara langsung mengatur. Tapi begitu ada koordinasi dengan kementerian dan lembaga yang mengatur, lembaga tersebut yang paling berwenang di situ," tukas Agusman.
Terpisah CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan mengatakan tidak ada usaha dari kegiatan Bitcoin untuk menggantikan Rupiah. Sebab dasarnya jenisnya sudah berbeda, aset dan mata uang.
"Menurut saya tidak ada usaha menggantikan Rupiah. Hanua saja kesalahpahaman di masyarakat saja, seperti emas dikatakan mau menggantikan Rupiah. Padahal yang satu komoditas dan yang satunya mata uang. Beda jenis," ujarnya saat dihubungi, Selasa (16/1).
Perusahaan mereka sepakat dan menekankan bahwa transaksi di Indonesia wajib dengan Rupiah sejak awal dan cryptocurrency hanya sebagai digital asset dan bukan untuk alat bayar.
"Kami selalu mendukung Bank Indonesia. Kami lebih memandang semua cryptocurrency sebagai digital asset dan bukan sebagai sistem pembayaran jadi penggunaannya ya lebih sebagai asset bukan sebagai alat bayar. Saya kira tidak ada perusahaan yang memakai bitcoin sebagai mata uang di Indonesia,"
Menggunakan nama Bitcoin Indonesia, mereka mengungkapkan tidak berhubungan dengan sistem pembayaran Bitcoin, melainkan wadah marketplace untuk seluruh token public blockchain di dunia.
"Perusahaan kami sendiri namanya memang Bitcoin Indonesia tetapi kami sebenarnya tidak ada hubungannya dengan sistem pembayaran bitcoin. Kami adalah marketplace untuk seluruh token public blockchain di dunia. Bitcoin cuma salah satu produk kami saja selain dari Ripple, Ethereum, Stellar maupun token lainnya," tukas Oscar. (OL-7)
Kebijakan pemerintah membangun Family Office atau Kantor Keluarga untuk menarik dana-dana orang kaya dunia ke Indonesia dinilai bisa berdampak buruk.
CBDC adalah versi digital dari mata uang resmi yang dikeluarkan bank sentral. Mirip dengan uang fiat, nilai CBDC berpatokan pada mata uang fisik dan dikelola oleh otoritas moneter.
Literasu tentang uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currencies (CBDC) masih sangat minim di Indonesia. CBDC sangat mungkin menjadi opsi baru menjadi alat bayar sah.
Token ini mengadopsi teknologi blockchain yang mengembangkan teknologi internet terkini untuk pembuat konten, seperti NFT, Web2, dan Web3.
KPK mengaku masih kebingungan dengan cara kerja uang digital kripto untuk dijadikan investasi.
Berbeda dengan uang digital, Bitcoin menawarkan model terdesentralisasi menggunakan teknologi blockchain.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Komisi XI DPR RI segera menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon deputi gubernur Bank Indonesia (BI).
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved