Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENCEGAH alergi debu bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Penderita harus rajin dan ekstra dalam menjaga kebersihan rumah dan lingkungannya dari debu.
Alergi merupakan sebuah reaksi perlawanan yang dilakukan tubuh terhadap masuknya benda asing. Ketika sesuatu yang tidak dikenal masuk, antigen dalam tubuh serta merta akan meningkatkan daya imunnya untuk bekerja lebih giat.
Normalnya, sistem imun akan memproteksi tubuh dari daya rusak yang dilakukan benda asing itu, seperti bakteri atau racun. Akan tetapi, jika imun melakukan reaksi berlebihan akan terjadi hipersensitivitas atau dikenal dengan alergi.
Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh alergi berbeda-beda, tergantung pada faktor pemicunya. Walaupun berbeda jenis reaksinya, karakteristik pada umumnya alergi itu tetap sama.
Bersin-bersin, gatal-gatal, bentol-bentol, hingga bersin, batuk dan pilek disertai lendir saat terpapar debu dan asap sering dialami seseorang penderita alergi.
Alergi debu memang terdengar sepele dan biasa. Bahkan, kita berpikir bahwa hal tersebut tidak membahayakan kesehatan. Namun, jika dibiarkan terus-menerus akan mengganggu kehidupan sehari-hari si penderita. Apalagi, penderita alergi tinggal di kota besar seperti Jakarta dengan tingkat polusi udara yang tinggi.
Oleh karena itu, sangat diperlukan usaha ekstra untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan terbebas dari debu bagi orang-orang yang rentan terhadap debu. Berikut ini beberapa cara untuk mengurangi alergi debu.
1. Jagalah kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun di luar rumah. Jangan menumpuk banyak barang di dalam rumah, kamar, dan ruang kerja.
2. Hindari ruangan yang sedang dibersihkan. Apabila terpaksa gunakan masker penutup hidung dan mulut.
3. Cucilah seprei, sarung bantal, guling, dan tirai sesering mungkin karena biasanya debu akan menumpuk di sini.
4. Apabila beraktivitas di luar ruangan, selalu gunakan masker. Segera ganti pakaian Anda begitu masuk ke rumah.
5. Apabila berjalan kaki, hindari jalur trotoar di kawasan jalan raya yang padat kendaraan bermotor/mobil.
6. Kurangi kelembapan udara dengan menggunakan AC dan rajin-rajinlah membersihkan penyaring udaranya.
7. Perbanyak konsumsi air putih. Minuman gula akan membuat tenggorokan lebih lengket sehingga memicu batuk.
8. Jangan merokok dan hindari asap rokok. Merokok dapat menyebabkan menurunnya sistem imun serta memudahkan tubuh semakin mudah terpapar berbagai penyakit. (Try/S5-25)
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.
Satelit Sentinel-4 milik ESA berhasil mengirimkan citra pertama yang memetakan polusi udara di Eropa dan Afrika Utara. Misi ini akan memantau kualitas udara setiap jam.
Penelitian terbaru menemukan awan di Samudra Atlantik dan Pasifik kini makin redup akibat udara yang lebih bersih.
Polusi udara dan asap rokok merupakan dua faktor lingkungan yang kerap diabaikan, padahal keduanya memiliki dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved