Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Celeste Saulo dari Argentina, perempuan pertama yang memimpin Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), mengatakan prioritas utamanya adalah membantu negara-negara yang paling rentan mengatasi perubahan iklim dan cuaca ekstrem.
“Perubahan iklim adalah ancaman global terbesar di zaman kita, dan peningkatan kesenjangan memperburuk dampaknya,” ujarnya, pada hari pertama menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Badan Cuaca dan Iklim PBB, Kamis (4/1).
“Saya berasal dari negara-negara Selatan, saya sangat menyadari perlunya berbuat lebih banyak untuk memprioritaskan kebutuhan kelompok yang paling rentan,” kata orang Amerika Selatan pertama yang memegang jabatan tersebut.
Profesor Saulo mengatakan dia ingin memastikan bahwa setiap layanan cuaca nasional memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa dan mata pencaharian masyarakat.
“Bahkan peningkatan kecil dalam investasi di sektor ini akan memberikan manfaat sosio-ekonomi yang besar bagi masyarakat kita,” tegasnya.
Saulo menggantikan Petteri Taalas dari Finlandia sebagai ketua WMO. Sejak 2014, ia menjabat sebagai manajer kantor meteorologi nasional Argentina.
Saulo mengatakan dia ingin mengubah ilmu cuaca dan iklim demi kepentingan masyarakat. “Hal ini termasuk memperkuat observasi dan pertukaran data yang diperlukan untuk prakiraan cuaca yang andal dan dapat diakses, memanfaatkan kemajuan besar dalam kecerdasan buatan, dan memperluas layanan peringatan dini untuk melindungi semua orang di Bumi,” jelasnya.
Sebagian besar tugas WMO adalah menggunakan dan berbagi informasi yang disediakan oleh badan cuaca nasional mengenai gas rumah kaca, kenaikan permukaan laut dan suhu, pencairan gletser, dan indikator pemanasan global lainnya.
Menurut Saulo peningkatan kegiatan pemantauan dan penelitian WMO akan membantu masyarakat di seluruh dunia mencari cara untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim dan mengurangi dampaknya.
Salah satu prioritas organisasi ini adalah memastikan bahwa pada akhir tahun 2027, seluruh penduduk dunia dilindungi oleh sistem peringatan dini untuk melindungi mereka dari bahaya cuaca dan iklim.
Tahun lalu, negara-negara anggota WMO juga sepakat untuk membentuk sistem Pengawasan Gas Rumah Kaca Global.
Hal ini dimaksudkan untuk terus memantau gas rumah kaca, sehingga dapat mengetahui dari mana asalnya, baik yang berasal dari alam maupun dari aktivitas manusia.
“Kita baru saja melewati tahun terpanas yang pernah tercatat dan tahun 2024 mungkin akan lebih panas dan ekstrem ketika dampak penuh dari El Nino yang sedang berlangsung berdampak pada suhu dan peristiwa cuaca. Aktivitas manusia dan industri jelas patut disalahkan,” tegasnya.(AFP/M-3)
Ilmuwan mengungkap penyebab zona gelap di lapisan es Greenland. Debu kaya fosfor memicu pertumbuhan alga yang mempercepat pencairan es akibat perubahan iklim.
Peneliti menemukan bahwa kenaikan kadar CO2 di atmosfer mulai mengubah kimia darah manusia, termasuk kenaikan bikarbonat yang signifikan.
Studi terhadap 5 juta kelahiran di Afrika dan India mengungkap tren mengejutkan, paparan panas saat hamil menurunkan jumlah bayi laki-laki yang lahir.
Berbeda dengan aksi penanaman biasa, program ini mencakup pendampingan nursery (pembibitan) bagi masyarakat lokal.
Kehidupan masyarakat pesisir di Karimunjawa mengalami perubahan karena dampak dari perubahan iklim yang terus menerus.
PERWAKILAN Perempuan Nelayan Sumatra Utara, Jumiati, mengungkapkan perubahan iklim membuat cuaca sulit diprediksi. Itu berdampak pada banyaknya nelayan di kampungnya kesulitan melaut.
Peneliti terkejut menemukan Gletser Hektoria di Antartika kehilangan separuh wilayahnya dalam waktu singkat. Simak penyebab "gempa gletser" dan ancaman kenaikan permukaan laut.
Peneliti Cornell University merilis peta global yang mengungkap 70% emisi lahan pertanian berasal dari sawah padi dan pengeringan lahan gambut.
Peneliti menemukan penurunan kadar garam di Samudra Hindia bagian selatan. Fenomena ini mengancam sistem sirkulasi laut global dan iklim dunia.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Studi cincin pohon pinus di Spanyol mengungkap anomali cuaca paling ekstrem sejak 1500-an. Ketidakstabilan curah hujan kini mencapai titik kritis.
Analisis mendalam Avatar: Fire and Ash sebagai metafora krisis iklim. Menghubungkan 'Bangsa Abu' dengan data kebakaran hutan global 2025-2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved