Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH Anda melihat anak-anak yang merasa bangga telah memilih dan mengenakan bajunya sendiri? Belajar berpakaian sendiri merupakan bagian integral dari perkembangan buah hati Anda. Proses bertahap ini dimulai ketika mereka masih bayi dan melepaskan topi kecil dari kepala mereka.
Seiring waktu, balita belajar cara mengenakan pakaian mereka sendiri. Tidak ada batasan usia pasti kapan seorang balita harus bisa berpakaian sendiri. Sebab, aktivitas tersebut adalah perpaduan antara minat dan tingkat keahlian mereka.
“Balita umumnya memulai dengan melepas pakaiannya daripada berpakaian sendiri. Pada usia sekitar 12-18 bulan, anak mulai melepas pakaiannya, terutama kaus kaki dan sepatu. Mulai sekitar usia 3 tahun, anak mulai berpakaian lebih mandiri," kata Pierrette Mimi Poinsette, MD, seorang dokter anak dan konsultan, seperti dikutip dari situs Verywell Family.
Meskipun pada saat anak-anak belajar memilih dan mengenakan baju masih belum rapi seperti kemeja yang dikenakan terbalik, Anda tetap harus mengapresiasi tindakannya. Sebab, membebaskan anak untuk memilih dan mengenakan pakaiannya sesuai selera dan karakter dapat memberikan dampak positif untuk tumbuh kembangnya.
Tindakan membebaskan anak-anak untuk memilih baju sendiri sesuai selera dan gaya anak juga dilakukan oleh aktris Zaskia Adya Mecca. Menurut ibu dari enam anak ini, setiap anak mempunyai karakter dan gaya fesyen masing-masing.
"Akhirnya aku mencoba membiarkan mereka karena buat aku fesyen itu cara seseorang mengekspresikan dirinya dan seperti apa karakternya. Jadi aku biarkan anak-anak aku mengeksplor dirinya di ranah fesyen," tuturnya saat ditemui Media Indonesia di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (26/12).
Meski begitu, istri dari sutradara Tanah Air, Hanung Bramantyo, ini tetap mengarahkan anak-anaknya untuk memilih pakaian yang berbahan nyaman saat membeli pakaian. "Bagi aku yang paling penting bahannya. Buat aku beauty is comfort," lanjut ibu yang memiliki anak berusia 3 tahun tersebut.
Manfaat Balita yang Belajar Memilih dan Berpakaian Sendiri
1. Mengekspresikan Diri
Menentukan pilihan sendiri, seperti baju mana yang akan dikenakan, juga memungkinkan balita mulai berekspresi dan menunjukkan karakter dirinya.
Ketika seorang anak akhirnya menguasai seni mengenakan pakaian sendiri, mereka akan merasa mampu dan mandiri.
2. Melatih Perencanaan dan Pengurutan
Berpakaian juga memiliki manfaat perkembangan bagi balita. Memilih pakaian dan mengenakannya memungkinkan mereka berlatih perencanaan dan pengurutan.
Ditambah lagi, tindakan mengenakan celana, jaket, dan kaus kaki melatih keterampilan motorik halus mereka.
3. Memupuk Percaya Diri
Ketika balita memilih pakaian sesuai selera dan karakter mereka, para balita akan merasa mampu untuk melakukan sesuatu secara mandiri.
Selain itu, ketika mengenakan pakaian tersebut, mereka akan merasa senang dan percaya diri karena penampilannya sesuai dengan gaya dan karakter mereka. (M-2)
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Polisi mendalami dugaan penelantaran anak dalam kasus balita jatuh dari balkon rumah kontrakan di Jatinegara. Anak diduga hanya diasuh kakaknya.
Seorang balita berusia tiga tahun terjatuh dari balkon lantai dua rumah kontrakan di Jatinegara, Jakarta Timur, dan mengalami luka di bagian dagu.
Pendekatan menu berbasis pangan lokal juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi sekaligus memberdayakan masyarakat.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
Dehidrasi pada balita bisa cepat membahayakan. Ketahui gejala dan cara menanganinya. Segera periksa dokter jika gejala memburuk.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses grooming biasanya dimulai dengan upaya halus untuk menumbuhkan rasa percaya.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Child grooming adalah proses sistematis untuk mempersiapkan anak menjadi korban pelecehan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved