Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPATU Creeper yang ikonik dari Rihanna akhirnya kembali. Tetapi, kali ini, desainnya lebih besar, lebih berani, dan lebih keren dari sebelumnya.
Diciptakan, didesain, dan dinamai oleh Rihanna, Creeper Phatty membawa desain Creeper klasik ke tingkat ekstrem dengan desain yang lebih besar dari biasanya, sol gum bertumpuk, dan sentuhan warna yang mencolok. Inovasi baru pada FENTY x PUMA Creeper ini tersedia dalam tiga warna untuk semua usia dan jenis kelamin, cocok bagi semua orang.
Phatty melambangkan kepercayaan diri yang lebih tinggi, lebih bergaya, dan lebih di segalanya.
Baca juga: Inilah Inspirasi Flat Shoes dari Produk Brand Lokal Terkemuka
Visi Rihanna adalah menghadirkan kembali Creeper namun dengan cara yang berani dan relevan secara budaya. Creeper awalnya diluncurkan pada September 2015, versi platform dari sneaker ikonik PUMA, Suede.
Siluet ini dinobatkan sebagai Shoe of the Year oleh Footwear News pada 2016 dan tidak hanya mengubah budaya sneaker, tetapi juga memicu dampak dan relevansi merek PUMA selama satu dekade terakhir.
Creeper Phatty dibalut dengan bahan suede, dilengkapi dengan formstrip yang empuk dan timbul, logo Fenty yang timbul di lidah sepatu, tali sepatu dengan ujung emas, dan sol gum bertumpuk.
Baca juga: Converse Gandeng Kaum Muda Asia Tenggara di Kampanye Terbaru soal Kreativitas
Sepatu ini juga diluncurkan dengan tiga varian warna yang berbeda – hitam dan putih yang ikonik, biru terang dan hijau yang ekstra cerah, serta lavender dan merah ceri.
“Kami mengambil desain asli Creeper dan membuatnya lebih besar dan lebih garang,” kata Rihanna. “Saat merancang Creeper Phatty, kami ingin membangkitkan kembali Creeper yang begitu dicintai oleh banyak orang. Ini adalah siluet klasik yang telah dirindukan, sehingga kembalinya sepatu ini harus lebih besar.”
Sebagai Direktur Kreatif, kampanye FENTY x PUMA kedua dari Rihanna — yang diambil oleh Philippa Price, yang sebelumnya telah melakukan pemotretan untuk Rihanna dan PUMA — mengeksplorasi perlawanan antara sikap yang merendahkan dan penuh percaya diri, dengan menyoroti elemen-elemen sepatu yang besar dan cerah.
“Desain Creeper yg asli mengubah segalanya bagi kami,” kata Chief Product Officer di PUMA Maria Valdes. “Kami tahu sudah saatnya untuk menghadirkannya kembali. Sepatu ini memiliki daya tarik universal, dan kami telah melihat antusiasme konsumen yang luar biasa untuk kembalinya siluet ini. Kami sangat senang tidak hanya dapat mengembangkan siluet yang sudah ada dengan Creeper Phatty, tetapi juga memperluas penawaran kami untuk seluruh keluarga FENTY.”
Creeper Phatty dari FENTY x PUMA akan tersedia di seluruh toko PUMA, di puma.com, dan retailer terpilih, termasuk Foot Locker, Atmos, dan Our Daily Dose mulai 1 Desember 2023. (RO/Z-1)
Rekomendasi 7 sepatu Nike tanpa tali yang nyaman dan aman untuk lansia. Mudah dipakai tanpa membungkuk, fokus stabilitas dan kenyamanan kaki.
BRAND global Pedro yang dikenal dengan koleksi tas, sepatu, dan aksesori modern berdesain sleek untuk pria dan wanita.
Paus Leo XIV tampak membuka sepatu saat mengunjungi Masjid Biru di Istanbul tanpa melakukan doa, menegaskan pesan dialog antaragama dalam rangkaian kunjungannya.
selain udang dan cengkih, produk alas kaki atau sepatu yang diekspor ke Amerika Serikat terdeteksi terkontaminasi radioaktif Cesium-137 atau Cs-137).
Mengusung desain bold serta dilengkapi teknologi Air-Cooled Memory Foam, koleksi Hotshot dari Skechers menghadirkan kombinasi sempurna antara gaya dan kenyamanan.
Converse Shai 001 bukan sekadar sepatu, tapi kanvas cerita yang dikembangkan oleh Shai Gilgeous-Alexander.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved