Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Selain Udang dan Cengkih, Sepatu yang Diekspor ke AS Terkontaminasi Radioaktif Cs-137

Naufal Zuhdi
12/11/2025 16:38
Selain Udang dan Cengkih, Sepatu yang Diekspor ke AS Terkontaminasi Radioaktif Cs-137
KETUA Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Penanganan Cs-137, Bara Krishna Hasibuan(Naufal Zhudi/MI)

KETUA Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Penanganan Cs-137, Bara Krishna Hasibuan mengungkapkan selain udang dan cengkih, produk alas kaki atau sepatu yang diekspor ke Amerika Serikat terdeteksi terkontaminasi radioaktif Cesium-137 atau Cs-137.

“Kami mendapatkan informasi lanjutan bahwa terdapat temuan kontaminasi Cs-137 pada produk alas kaki yang diekspor ke AS. Setelah kami telusuri, terdapat 2 kontainer suspect Cs-137 yang dipulangkan kembali ke Indonesia,” ujar Bara di Jakarta, Rabu (12/11).

Produk alas kaki tersebut, sambung Bara, berasal dari sebuah perusahaan industri alas kaki yang berlokasi di Cikande namun di luar kawasan industri dengan radius 5 km dari sumber kontaminasi Cs-137 yaitu PT. PMT.

“Kontainer pertama sudah tiba sebulan yang lalu di Indonesia dan belum diproses oleh pihak produsen sehingga belum ada pemeriksaan. Kontainer kedua sudah tiba pada 29 Oktober 2025 dengan notifikasi adanya kontaminasi Cs-137 dan sudah dilakukan pemeriksaan oleh BAPETEN pada 30 Oktober 2025,” beber Bara.

Kendati demikian, dirinya menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan pada kontainer kedua tidak ditemukan kontaminasi di permukaan sehingga aman untuk disimpan di pelabuhan. Namun, ia menegaskan bahwa perlunya dilakukan uji lab pada produk alas kaki yang akan dilakukan oleh BRIN.

Di sisi lain, terkait dengan informasi yang beredar mengenai daftar fasilitas industri yang terkontaminasi Cs-137, Bara menyatakan bahwa semua fasilitas tersebut, termasuk Charoen Pokphand, telah dilakukan dekontaminasi dan dinyatakan clean and clear.

“Kami sudah menyampaikan pemberitahuan kepada pemilik fasilitas industri tersebut untuk bisa kembali beraktivitas secara normal. Oleh karena itu semua
produk yang mereka hasilkan dinyatakan aman,” tegas Bara. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik