Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Gaya hidup yang sehat memang langkah yang baik yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh terutama kesehatan paru-paru saat menghadapi kondisi udara yang sedang tidak baik di kawasan Jabodetabek.
Lalu, bagaimana upaya untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang tidak baik? Dokter Spesialis Pulmonologi, Prof. Dr. Menaldi Rasmi, Sp.P(K), FCCP memberikan beberapa tips menjaga kesehatan saat kondisi udara buruk, dalam sebuah acara diskusi bertajuk Navigating Respiratory Wellness in The Current Urban Landscape yang disponsori Verde-Two, di Jakarta, Kamis (7/9).
1. Makanan
Pola makan yang sehat sangat penting diperhatikan untuk menjaga kesehatan tubuh termasuk paru-paru.
"Kalau buat saya lebih banyak ke sayur dan buah, itu ada makronutrien dan multivitaminnya. Jadi kita sebelum butuh vitamin tablet yang dibuat pabrik, lebih bagus kita dapatkan vitamin yang dikasih sama Tuhan karena itu jauh lebih alamiah," kata Prof Menaldi.
2. Olahraga
Olahraga sangat penting untuk mengeluarkan sampah-sampah yang ada di tubuh. "Kita harus atur waktu antara bekerja, beristirahat, dan olah gerak setiap hari. Pilih olahraga yang gerakin badan kita sehingga terpakailah sampah-sampah yang ada di badan," jelas Prof Menaldi.
Olahraga di rumah yang bisa dilakukan seperti olahraga lompat tali, gerakan duduk-berdiri, naik turun tangga, push up, sit up, dan lain sebagainya. Anda bisa melakukan olahraga selama 30 menit hingga 1 jam per hari.
3. Gaya hidup
Kebiasaan yang buruk seperti sering begadang, kurang aktif bergerak, pola makan yang buruk, merokok, mengonsumsi minuman beralkohol dan lain sebagainya berkontribusi pada menurunnya kesehatan tubuh. "Kita harus menghindari kontribusi yang bisa membuat badan kita jadi sakit," ungkap Prof Menaldi.
4. Atur Sirkulasi udara
Selain itu, Prof Menaldi menyarankan untuk membuka jendela rumah di waktu tertentu agar sirkulasi udara berjalan baik.
"Misalnya di Minggu pagi sampai jam 9 pagi, buka semua jendela dan semua pintu supaya udaranya bisa tersirkulasi keluar. Kalau pada saat sekarang, jendela itu yang lebih baik yang menghadap ke bawah, agar polusinya gak cepat masuk. Dan pakai tirai di jendela lebih bagus, jadi ketangkep sedikit polusinya," paparnya.
5. Tanaman
Beberapa jenis tanaman bisa untuk menangkap polusi udara. Pilihan tanaman yang mampu menangkap polusi udara, diantaranya tanaman ivy dan lidah buaya.
"Tanaman seperti lidah buaya baik juga kalau ada di halaman rumah karena ia penangkap debu," ungkap Prof Menaldi.
6. Air purifier
Sangat penting untuk menjaga udara di ruangan rumah tetap bersih, lantaran aktivitas kita lebih banyak dihabiskan di rumah. Anda juga bisa menaruh air purifier di rumah untuk mendapatkan udara sehat di dalam rumah.
Sejumlah jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved