Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
Lebih dari 100 jurnal medis di seluruh dunia mengeluarkan seruan bersama mendesak penghapusan senjata nuklir. Mereka juga memperingatkan ancaman bencana nuklir dahsyat yang kian mengkhawatirkan.
Seruan itu datang setelah Rusia berulang kali mengeluarkan peringatan terselubung bahwa Moskow dapat menggunakan senjata nuklir di Ukraina, serta uji coba rudal Korea Utara berulang kali dan menghentikan upaya non-proliferasi.
Sebuah tajuk rencana yang diterbitkan dalam berbagai jurnal medis meminta para profesional kesehatan di seluruh dunia untuk memperingatkan warga dan pemimpin dunia tentang bahaya utama bagi kesehatan masyarakat yang ditimbulkan oleh senjata nuklir.
"Bahayanya besar dan terus berkembang," kata editorial tersebut, yang ditulis bersama oleh editor dari 11 jurnal medis terkemuka termasuk BMJ, Lancet, JAMA dan New England Journal of Medicine.
"Negara-negara yang punya senjata nuklir harus melenyapkan persenjataan nuklir mereka sebelum mereka melenyapkan kita."
Chris Zielinski dari World Association of Medical Editors mengatakan seruan dari para ahli medis ini adalah hal yang luar biasa karena biasanya jurnal-jurnal ini bersaing membuat konten eksklusif.
"Bahwa semua jurnal terkemuka ini telah setuju untuk menerbitkan editorial yang sama menggarisbawahi betapa mendesaknya krisis nuklir saat ini," katanya dalam sebuah pernyataan.
Editorial tersebut memperingatkan bahwa setiap penggunaan senjata nuklir akan menjadi bencana besar bagi umat manusia.
"Bahkan perang nuklir 'terbatas' yang melibatkan hanya 250 dari 13 ribu senjata nuklir di dunia dapat membunuh 120 juta orang secara langsung dan menyebabkan gangguan iklim global yang menyebabkan kelaparan, dan menempatkan dua miliar orang dalam risiko," demikian peringatan itu, mengutip penelitian sebelumnya. (AFP/M-3)
MEMASUKI tahun kelima invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, belum ada tanda-tanda penyelesaian perang ini yang stabil.
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
Ukraina dan SpaceX resmi memblokir terminal Starlink milik Rusia. Akibatnya, sistem komunikasi militer Rusia di garis depan dilaporkan mengalami kegagalan fatal.
Serangan drone Rusia di Ukraina timur menewaskan 12 penambang dan menghantam rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia di tengah suhu ekstrem dan penundaan perundingan damai.
Serangan drone Rusia menghantam kereta penumpang di Kharkiv, menewaskan sedikitnya 4 orang. Zelensky sebut serangan sipil ini murni aksi terorisme.
PM Keir Starmer dan Presiden Macron menandatangani kesepakatan penempatan pasukan dan pembangunan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata dengan Rusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved