Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HIDUP bersama penenun di Desa WatublapiNusa Tenggara Timur (NTT), memberikan banyak pelajaran bagi pendiri jenama Noesa, Annisa Hendrato dan Cendy Mirnaz. Salah satu yang menjadi hal penting dan diterapkan pada usahanya yakni meminimalkan adanya limbah produk.
Annisa yang merupakan Co-Founder Noesa menyebut awalnya mereka tidak peduli dengan persoalan limbah. Namun lama tinggal dengan warga desa membuatnya terpikir untuk menerapkan apa yang dilihatnya setiap hari.
"Ya mama-mama itu tidak membuang limbah. Pewarna yang mereka buat dari alam itu terus digunakan lagi tidak ada yang terbuang. Hidup mereka memang berkawan alam, alat tenun pun dibuat sendiri," ucap Annisa.
Perempuan lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Bina Nusantara ini pun langsung menerapkan pada usahanya. Sebisa mungkin tidak ada limbah tekstil terbuang. Sisa potongan bahan disimpan dan diolah lagi menjadi barang bernilai guna.
"Perca dari kain-kain yang kami gunakan lalu dikumpulkan. Kami buat menjadi aksesori kecil, seperti anting-anting hingga pembatas buku. Kami sih tidak mengatakan zero waste, hanya menerapkan less waste," ungkap Nisa.
Baca juga: Ikut Program BRILianpreneur, Produk Noesa Sampai ke Prancis
Sementara terkait pemotongan motif di kain tenun, Nisa menyebut tak ada pakemnya karena produk Noesa lebih banyak menggunakan corak umum yang memang boleh dibagikan kepada khalayak. Ia tak menampik ada beberapa motif yang membuat kain tersebut tidak boleh diubah-ubah. Nisa dan Cendy pun urun desain pola yang kemudian diterima oleh mama-mama penenun dan segera dibuat.
Meski isu lingkungan menjadi hal yang sedang ramai diperbincangkan, akan tetapi tidak mudah membawa konsep tersebut dengan harapan bisa dibeli banyak orang. Karena, harga akan tetap selalu menjadi hal utama yang dilihat oleh sejumlah pembeli. Kini produk Noesa semakin beragam mulai dari pembatas buku, anting-anting hingga totebag. Noesa pun memiliki 22 penenun di Desa Watublapi.
Konsep less waste ini sejalan dengan yang diusung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI pada program BRILianpreneur pada lini lingkungan. BRI mempertimbangkan aspek-aspek seperti environmental, social, governance. BRI sebagai role model penerapan prinsip-prinsip ESG juga mendorong pelaku UMKM untuk mampu tumbuh berkelanjutan. Implementasi prinsip ESG dalam proses produksi meliputi kegiatan pemberdayaan perempuan, pengelolaan limbah, dan inklusivitas.(M-4)
BRI berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp1.416,62 triliun atau tumbuh 5,97% secara tahunan (yoy), dengan dominasi kuat pada sektor UMKM yang mencapai 80,32% dari total kredit.
Dari sisi pendanaan, tren penurunan suku bunga acuan diperkirakan akan memperkuat likuiditas dan meningkatkan efisiensi struktur biaya dana.
Transfer Bank Jateng ke BRI mudah dan cepat! Panduan lengkap cara transfer, biaya, kode bank, serta tips agar transaksi berhasil. Klik di sini untuk info!
Cari tahu kode SWIFT Bank BRI terbaru untuk transfer internasional! Panduan lengkap & mudah. Temukan kode BIC BRI & cara menggunakannya di sini! Klik sekarang!
Cari tahu kode SWIFT Bank BRI dengan mudah! Panduan lengkap cara menemukan SWIFT code BRI untuk transfer internasional. Cek sekarang dan transaksi lancar!
Contoh Surat Kuasa Pengambilan Uang di Bank BRI. Butuh surat kuasa BRI? Unduh contoh lengkap & mudah diedit di sini! Ambil uang di bank jadi lebih praktis.
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Selain menjadi panggung budaya, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM desa penyangga sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Perhelatan Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) bukan sekadar ajang pameran kriya tahunan.
GUNA mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kereta api (KA) lintas selatan direncanakan berhenti di Stasiun Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.
Event ke-14 secara nasional ini tidak sekadar menjadi ajang pameran produk, tetapi juga ruang penguatan spiritual dan silaturahmi umat.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti belum optimalnya penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved