Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
Dewasa ini penggunaan tabir surya sudah semakin diketahui manfaat dan urgensinya oleh masyarakat. Terutama karena saat ini suhu dan paparan sinar UV dari matahari semakin ekstrem akibat perubahan iklim. Pengguaan tabir surya disarankan dilakukan setiap hari, bahkan ketika sedang hanya berada di rumah. Lalu bagaimana dengan ketika bepergian dengan menggunakan moda transportasi yang minim paparan sinar matahari seperti pesawat?
Jawabannya penggunaan tabir surya ketika menggunakan pesawat adalah hal yang sangat penting karena kaca kendaraan tidak bisa menghalangi sinar matahari masuk, termasuk kaca pesawat. Ini juga yang diingatkan oleh dokter Arthur S, dokter spesialis kulit dan kelamin.
"Tahukah kamu bahwa kasus kanker kulit atau melanoma dialami pilot 2 kali lebih sering daripada orang lain?," ungkapnya di Instagram pribadinya @dokterkulitkucom, Rabu (19/4).
Baca juga: Sejumlah Mitos Tabir Surya yang Perlu Anda Abaikan Demi Kulit Lebih Sehat
"Sebuah studi yang mengukur paparan UVA di kokpit pesawat menemukan bahwa paparan matahari selama 56 menit di ketinggian 30 ribu kaki itu SAMA seperti masuk ke mesin tanning selama 20 menit," lanjutnya.
Apalagi kalau terbang melewati awan tebal dan salju, lanjut dokter Arthur. "Inget ya, yang terhalang kaca itu UVB bukan UVA," tegasnya.
Baca juga: Ini Tingkat SPF Tabir Surya yang Disarankan
Sinar UVA mampu menembus dan mempengaruhi sel kulit lebih dalam manusia. Apabila sinar UVB hanya mencapai lapisan permukaan atau epidermis, sementara sinar UVA mampu menyerap melewati lapisan epidermis hingga ke lapisan dermis.
Dokter Arthur juga mengingatkan selain membawa tabir surya, juga dibiasakan untuk membawa sabun muka dan pelembab dalam perjalanan.
"Trio skincare ini sebaiknya ada di tempat yang mudah diakses. Walaupun kamu gak sempat mandi, pastikan cuci muka (dan ganti celana dalam) dua kali sehari, pake pelembab dan aplikasi ulang si sunscreen," paparnya.
"Ya, walaupun kamu di dalam kendaraan, pake dan aplikasi ulang sunscreen tetap penting (kecuali kalau kamu travelingnya naik kapal selam)," lanjutnya.
(Z-9)
PENGGUNAAN sunscreen pada remaja saat berolahraga, baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan, ternyata sangat penting.
Penggunaan ulang sunscreen sangat penting, terutama setelah berenang, berkeringat hebat, dan menggosok atau menyeka area wajah dan tubuh.
Berbasis di Kota Malang, Jawa Timur, Glamazing terus menghadirkan inovasi yang menggabungkan teknologi kecantikan modern dan pendekatan formulasi yang aman.
BAGI banyak traveler, cuaca tropis Indonesia dan paparan matahari sepanjang perjalanan sering kali menjadi tantangan tersendiri untuk menjaga kulit tetap nyaman.
Penggunaan tabir surya atau sunscreen masih tetap efektif dalam memberikan perlindungan pada kulit meski saat ini sudah masuk musim hujan.
Laporan IQAir 2024 menempatkan Indonesia di posisi ke-15 dunia untuk tingkat polusi udara PM2.5 tertinggi.
Daftar 20 makanan tinggi antioksidan versi USDA, dari blueberry hingga kacang merah. Bantu lawan radikal bebas dan cegah penyakit kronis.
Berdasarkan filosofi keseimbangan Yin dan Yang, jamur kuping dipercaya mampu mengembalikan harmoni organ tubuh yang terganggu akibat penyakit.
Selain hipertensi, diabetes dan influenza juga menduduki posisi teratas dalam daftar keluhan kesehatan di posko pemantauan mudik.
Sakit tenggorokan saat bangun tidur bisa disebabkan dehidrasi, alergi, hingga GERD. Kenali 6 penyebab paling umum dan cara mencegahnya sebelum kondisi semakin parah.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved