Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Studi terbaru mengungkapkan pola makan yang tidak sehat menjadi penyebab utama adanya 14.1 juta masyarakat global yang terkena kasus diabetes tipe 2 pada tahun 2018. Penelitian tersebut juga memperkirakan 7 dari 10 kasus diabetes tipe 2 di seluruh dunia pada tahun 2018 dikaitkan dengan pilihan makanan yang buruk. Hal itu mewakili lebih dari 70% diagnosis baru secara global.
Studi ini lebih lanjut mengeksplorasi bahwa setidaknya ada tiga pola makan yang menjadi pendorong utama terhadap peningkatan kasus diabetes tipe 2 secara global yaitu meliputi kurangnya asupan biji-bijian, kelebihan nasi dan gandum olahan, serta mengkonsumsi daging olahan yang berlebihan.
“Studi kami menunjukkan kualitas karbohidrat yang buruk adalah pendorong utama diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh diet secara global,” ujar Dr. Dariush Mozaffarian selaku ahli nutrisi dari Tufts University sekaligus profesor kedokteran dari Tufts School of Medicine di Boston yang meneliti studi ini seperti dilansir dari CNN pada Selasa (18/4).
Selain itu, mengkonsumsi terlalu banyak jus buah dan tidak cukup makan sayuran yang mengandung tepung, kurang kacang-kacangan dan biji-bijian, tidak terlalu berdampak pada kasus baru penyakit ini juga menjadi faktor-faktor yang menaikkan kasus diabetes tipe 2.
Penelitian yang diterbitkan pada Senin (17/4) di jurnal Nature Medicine itu menggunakan model penelitian dengan dasar analisis terhadap asupan makanan di 184 negara antara tahun 1990-2018 dan memberikan wawasan berharga tentang faktor diet mana yang mendorong beban diabetes tipe 2.
“Temuan baru ini mengungkapkan adanya area penting untuk fokus nasional dan global dalam rangka meningkatkan nutrisi dan mengurangi beban diabetes yang menghancurkan,” kata Mozaffarian, yang juga pemimpin redaksi Tufts Health & Nutrition Letter itu.
Selain itu, tim peneliti yang mendasarkan model mereka pada informasi dari Global Dietary Database, mengungkapkan bahwa pola makan yang berlebihan hingga obesitas menyebabkan proporsi yang lebih besar terjadinya diabetes tipe 2 pada pria dan wanita muda dibandingkan dengan yang lebih tua. Bahkan secara global, jumlah penderita diabetes tipe 2 lebih banyak didominasi oleh penduduk perkotaan dibandingkan pedesaan.
Studi ini juga menekankan bahwa lebih dari 60% dari total kasus penyakit global yang berhubungan dengan pola makan, diakibatkan oleh kelebihan asupan dan dari kebiasaan diet yang berbahaya. Ada pula faktor pola makan yang buruk seperti terlalu banyak nasi olahan, gandum, dan kentang; terlalu banyak daging merah yang diproses dan tidak diproses; dan terlalu banyak konsumsi minuman manis dan jus buah.
Secara regional, Eropa Tengah dan Eropa Timur serta Asia Tengah, khususnya di Polandia dan Rusia, yang pola makannya cenderung kaya akan daging merah, daging olahan, dan kentang, memiliki jumlah kasus diabetes tipe 2 terbanyak yang terkait dengan pola makan.
Insiden diabetes tipe 2 juga tinggi di Amerika Latin dan Karibia, terutama di Kolombia dan Meksiko, yang dikaitkan dengan tingginya konsumsi minuman manis, daging olahan, dan rendahnya asupan biji-bijian.
“Pendekatan pemodelan kami tidak membuktikan adanya sebab-akibat terapi harus dianggap sebagai perkiraan risiko,” tulis para penulis.(M-3)
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Studi terbaru mengungkap diabetes bukan sekadar masalah kesehatan, tapi ancaman bagi GDP dunia. Temukan mengapa pencegahan dini menjadi kunci stabilitas ekonomi.
Pada penderita diabetes, infeksi ini dapat berkembang lebih cepat, sulit disembuhkan, dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani secara tepat.
Langkah pertama dalam merawat luka diabetes adalah menjaga kebersihan luka setiap hari. Luka harus dibersihkan menggunakan air mengalir dan sabun
Diabetes tipe 5 atau maturity onset diabetes of the young (MODY), merupakan variasi diabetes yang biasanya muncul pada usia muda biasanya kurang dari 25 tahun.
Ubi jalar tetap bermanfaat bagi penderita diabetes jika dikonsumsi dengan porsi tepat dan cara pengolahan yang sesuai. Simak penjelasan gizinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved