Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
JENAMA fesyen lokal Renkai meluncurkan koleksi perdana yang terdiri dari 19 tampilan busana. Koleksi yang didominasi warna hitam ini menghadirkan tema gothic dengan nuansa elegan dan gaya santai serta dapat menjadi padu padan yang cocok untuk segala suasanae.
Koleksi yang bekerja sama dengan jenama tas lokal, Bagteria, itu menampilkan pilihan outfit berupa dress, jaket, cape, rok, outer, celana modern, sweater hingga rok plisket. Koleksi itu dipamerkan secara perdana dalam acara grand opening Renkai di Museum Macan, Jakarta, Senin (13/3).
Pendiri dan desainer Renkai, Bryna Ng, mengungkapkan tujuannya menciptakan Renkai sebagai penghormatan kepada neneknya (Rena Wu Tai) dan ibunya (Nancy Ren Ren Go) yang telah menginspirasi perjalanannya di dunia fesyen.
“Kata Ren diambil dari nama Nenek dan Ibu saya. Sedangkan Kai diambil dari nama marga Tionghoa Nenek, Ibu dan saya yaitu Kai Ling,” ujar Bryna saat ditemui Media Indonesia di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (13/3).
Untuk koleksi perdana, Bryna mengadopsi warna hitam yang menjadi favoritnya. Ia juga banyak terinspirasi dari desainer ternama asal Amerika, Alexander Wang, yang identik memainkan warna hitam dalam setiap koleksinya.
“Sebagai desainer saya sangat suka warna hitam, di kehidupan sehari-hari juga sering pakai warna hitam. Untuk koleksi perdana ini saya ingin mempresentasikan style saya yang serba hitam agar ketika orang melihat koleksi ini langsung paham ini koleksi Bryna karena dekat dengan karakter keseharian saya,” ungkapnya.
Melalui koleksi ini, Renkai ingin menggambarkan citra perempuan yang tidak takut menunjukkan maskulinitas dan kemandiriannya, namun tetap memiliki sisi elegan, seksi dan keanggunan.
“Renkai hadir untuk membantu wanita dari setiap kalangan merasa mewah serta memiliki kepercayaan diri atas apapun warna kulitnya dan bagaimanapun bentuk tubuhnya,” tutur Bryna.
Bryna mencoba memadu padankan elemen maskulin dan feminin dengan mulus melalui konstruksi jahitan, sehingga menghasilkan tampilan sophisticated dan avant-garde. Baginya, gothic adalah keabadian yang tak lekang oleh waktu.
“Gaya gotik identik dengan warna gelap, misterius, dan eksotis. Aku suka gotik romance karena mencerminkan perempuan yang feminim tapi unik, terlihat elegan, strong dan menawan. Ini seperti berada di tengah-tengah yang memadukan antara nilai-nilai feminim dan maskulin dalam satu koleksi,” ucap desainer kelahiran 1995 itu.
Baca juga: Desainer dan Jenama Busana Muslim Unjuk Gigi di JMFW 2023
Koleksi ready to wear itu menghadirkan desain kasual dan sederhana, chic serta glamour dengan pilihan warna gelap seperti hitam, biru tua hingga hijau tua. Meskipun didominasi dengan looks polos, namun Bryna membubuhkan pola bunga denga garis tegas pada beberapa koleksinya.
“Untuk koleksi perdana ini aku padu padankan dengan bahan seperti kulit, denim, renda, fishnet dan beludru. Aku membuat koleksi ini agar orang-orang bisa berkreasi karena setiap orang memiliki personality style yang berbeda. Harapannya mereka bisa kreatif dalam berpenampilan,” jelasnya.
Bryna mengungkapkan koleksinya ini ditujukan bagi para wanita dengan rentang usia 20-40 tahun. Menurutnya, tema gothic yang mengedepankan looks casual dan elegan mampu membidik berbagai kalangan perempuan dari remaja hingga dewasa.
“Koleksi ini sangat bisa untuk anak muda dan orangtua, tergantung bagaimana selera mereka berfashion, cara mereka mix and match busana koleksi ini juga bisa dilakukan dengan berbagai gaya tergantung dengan selera pemakai. Jadi sebetulnya koleksi ini sangat memudahkan orang-orang untuk bisa mix and match berbagai style yang mereka sukai,” ujarnya.
Koleksi terbaru Renkai 2023 sudah dapat dibeli secara daring di berbagai e-commerce dan situs resmi Renkai dengan kisaran harga mulai dari Rp7 juta.(M-4)
Founder Jenama lokal Unerd, Yoseph Putera Soesanto, menegaskan bahwa kualitas brand lokal saat ini sudah mampu diadu dengan deretan brand internasional ternama.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menjadi ekosistem ekonomi yang baru.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
DIKENAL dengan karya seni mural yang telah mendunia, seniman yang dikenal dengan sisi misteriusnya yang enggan mengungkap identitas aslinya, Darbotz, kini hadir dengan karya baru.
Lebih dari 3500 pelaku UMKM telah menerima pelatihan dasar, sementara 170 UMKM terpilih menjalani pendampingan mendalam.
Ia menilai antusiasme pelaku UMKM maupun masyarakat menunjukkan bahwa produk kreatif Tangsel semakin diterima dan dibanggakan selama empat hari pelaksanaan festival.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved