Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA Senin (27/2), PT FKS Food Sejahtera Tbk, melalui salah satu produk unggulannya, Taro, mengenalkan produk keripik tempe dalam kemasan dengan berbagai varian rasa.
"Tempe merupakan makanan tradisional Indonesia. Tempe juga dikategorikan sebagai superfood karena terdapat kandungan nutrisi terlebih protein yang lebih banyak dibandingkan dengan makanan lainnya,” ungkap dokter gizi klinis Fiastuti Witjaksono dalam Taro Tempe Experience di Rumah Wijaya, Jakarta Selatan, Senin (27/2).
Bahkan, kandungan protein dan kalsium pada tempe setara bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan daging sapi.
Baca juga: Oyster Dealer Siap Populerkan Tiram Lokal pada Turis Mancanegara
"Kandungan lemak jenuh dan garam pada tempe lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi," jelas Fiastuti.
Brand Development Department Head Taro Marselus Albert Chandra mengatakan Taro Tempe dibuat dari tempe asli dengan varian rasa Teriyaki Barbeque dan Chicken Onion untuk konsumen segala usia.
“Taro Tempe bisa jadi snack atau teman travelling yang praktis untuk dibawa, rasanya enak, mengenyangkan dan harganya ramah di kantong, " kata Marcelus pada kesempatan yang sama.
Marcelus menambahkan, selama ini, tempe lebih banyak diolah sebagai lauk dan masakan. Namun, kini Taro Tempe memberi nilai tambah pada tempe dan menjadikannya snack kekinian yang praktis.
"Harapannya, tempe yang kaya protein dan tinggi serat ini naik kelas. Kami memproduksi Taro Tempe secara higienis dengan standar produksi yang terjaga kualitasnya," lanjutnya.
Ahli tempe Suliantari menjelaskan proses membuat tempe adalah hal yang mudah. Namun, memproduksi tempa secara higienis dan memenuhi standar merupakan hal yang sulit.
"Sejumlah produsen tempe di Indonesia telah menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan standar mutu tempe internasional (codex)," katanya.
Biasanya makanan yang bebahan dasar kedelai akan mengeluarkan bau tidak sedap dalam waktu yang singkat. Namun, tempe yang sudah melalui proses fermentasi membuatnya tidak mengeluarkan bau tidak sedap tersebut.
Taro Tempe diproduksi dengan proses modern dan dikemas secara higienis sehingga mutu makanan lebih terjamin. FKS Food mengharapkan kehadiran Taro Tempe ini dapat membantu pemenuhan protein dan serat yang dibutuhkan oleh masyarakat luas. (OL-1)
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat umum
Kebutuhan kedelai nasional mencapai sekitar 2,9 juta ton per tahun, sementara serapan dari kedelai lokal saat ini tidak sampai 100 ribu ton.
Tempe adalah makanan fermentasi yang bergizi, murah dan relevan untuk masyarakat Indonesia.
Mengonsumsi kedelai dan kacang-kacangan tidak meningkatkan risiko asam urat, bahkan bisa memberi efek perlindungan bagi tubuh.
Meski idealnya asupan protein utama berasal dari sumber hewani, menurut ahli gizi, protein nabati dapat menjadi solusi efektif di tengah keterbatasan biaya dan akses terhadap bahan pangan.
Menurut perajin tahu dan tempe di Provinsi Lampung Sendi, kedelai impor memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan kedelai lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved