Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
APAKAH Anda sering merasa sendu atau suntuk tanpa alasan yang jelas? Jika iya, salah satu cara untuk menguranginya mungkin dapat dilakukan dengan melihat matahari terbit atau terbenam.
Menyaksikan matahari terbit atau terbenam disarankan oleh penelitian yang baru saja diterbitkan dalam Journal of Environmental Psychology dari University of Exeter, Inggris. Penelitian yang dipimpin oleh Alex Smalley itu menemukan jika menyaksikan fenomena alam itu dapat membangkitkan perasaan kagum, yang pada akhirnya memicu emosi positif.
Bukan rahasia lagi bahwa menghabiskan waktu di luar ruangan baik untuk tubuh dan pikiran. Banyak penelitian telah menyimpulkan hal tersebut.
Dalam penelitian ini, penulis studi memilih untuk menggunakan grafik komputer terbaru untuk menunjukkan lebih dari 2.500 gambar peserta dari lingkungan perkotaan dan alam. Gambar-gambar ini menyertakan matahari terbit atau terbenam.
Tim peneliti juga menyertakan gambar peristiwa yang lebih langka, seperti pelangi, badai petir, dan langit berbintang atau diterangi cahaya bulan. "Penelitian kami menunjukkan bahwa bangun sedikit lebih awal untuk matahari terbit atau mengatur waktu berjalan-jalan untuk menangkap matahari terbenam dapat signifikan menimbulkan perasaan kagum, yang pada gilirannya dapat memiliki dampak positif bagi kesejahteraan mental," Smalley yang merupakan kandidat PhD di University of Exeter, seperti dikutip dari situs Study Finds, Jumat (20/1).
Namun tim peneliti juga mengakui jika perasaan yang dihasilkan bervariasi, tergantung lokasi orang menyaksikan fenomena itu. Meski begitu, secara umum, emosi positif dapat dibangkitkan. (M-1)
Studi terbaru mengungkap teknik "meta-cognitive doubt". Meragukan pikiran negatif ternyata lebih efektif untuk kembali berkomitmen pada tujuan jangka panjang.
Korps Relawan Bencana di bawah Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), melaksanakan rangkaian Psychosocial Support Program bagi anak-anak yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso.
Dialah Saparinah Sadli, perempuan berusia 99 tahun yang menjadi saksi hidup perjalanan panjang ilmu psikologi dan gerakan perempuan di Indonesia.
Talentlytica bersama Unit Usaha Akademik Unpad akan menggelar Workshop Pauli Reimagined pada 4 Oktober mendatang di Bandung, Jawa Barat
Penggunaan pacar AI di platform seperti Character.AI makin populer, tetapi pakar memperingatkan risikonya.
Cinta bukan hanya soal perasaan, tapi juga ilmiah. Pelajari efek hormon ini saat jatuh cinta dan patah hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved