Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Experimental Social Psychology belum lama ini mengungkapkan bahwa semakin sering bernostalgia, semakin autentik perasaan seseorang dan semakin memiliki konsekuensi positif bagi kesejahteraan psikologis.
Faktor-faktor yang meningkatkan kesejahteraan psikologis (psychological well-being atau PWB) sering dipelajari dan dimanfaatkan sebagai komponen terapi. Namun, untuk beberapa faktor, tidak selalu jelas mengapa hal itu dapat meningkatkan kesejahteraan jiwa.
Studi sebelumnya telah menemukan bahwa pemikiran nostalgia meningkatkan PWB. Nicholas Kelley dan rekan-rekannya dari beberapa universitas berbeda mulai menjawab pertanyaan mengapa pemikiran tentang nostalgia dapat meningkatkan kesejahteraan jiwa dengan serangkaian empat penelitian.
Melansir dari situs psypost.org, hipotesis mereka adalah perasaan autentik, yang dihasilkan oleh pemikiran nostalgia yang meningkatkan PWB. Memahami bagaimana perilaku atau kognisi meningkatkan PWB memberikan peluang untuk menetapkan metode inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Yang pertama dari empat studi mengonfirmasi hubungan antara nostalgia, PWB, dan keaslian. Dalam studi ini, otentisitas didefinisikan sebagai "perasaan bahwa seseorang sejalan dengan dirinya yang sebenarnya." Kesejahteraan psikologis dinilai dengan Brief Inventory of Thriving (BIT).
Studi kedua menunjukkan bahwa nostalgia meningkatkan keaslian. Studi ketiga menemukan keaslian meningkatkan PWB, dan studi keempat menemukan keaslian meningkatkan PWB di semua konsep kesejahteraan. Ada 2423 peserta berusia 18-78 yang terlibat dalam penelitian ini, sekitar 50% berasal dari Amerika.
Hasilnya para peneliti menemukan autentik yang diinduksi dengan nostalgia, menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam semua komponen kesejahteraan psikologis (hubungan sosial, vitalitas, kompetensi, makna hidup, optimisme, dan kesejahteraan subjektif).
Temuan ini menunjukkan bahwa kenangan yang menyenangkan dapat mendorong perasaan autentik dan dengan demikian meningkatkan kesejahteraan psikologis.(M-3)
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Jangan keliru! Pahami perbedaan antara emophilia (mudah jatuh cinta) dan love bombing (taktik manipulasi) agar terhindar dari hubungan toksik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved