Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Festival musik jazz tahunan yang mengambil lanskap gunung, Jazz Gunung Bromo, kembali hadir dengan kapasitas penonton penuh tahun ini.
Setelah pada edisi 2020 dilangsungkan secara hibrida dan pada tahun lalu hanya dibuka bagi 300 penonton, festival jazz yang berada di ketinggian 2.000 mdpl itu kembali hadir dengan kapasitas 2.000 penonton. Untuk hari pertama, (22/7), tiket sudah terjual 80% dan untuk hari kedua, Sabtu (23/7), sudah ludes.
Salah satu pendiri Jazz Gunung, Sigit Pramono, menyampaikan penyelenggaraan Jazz Gunung Bromo 2022 menjadi momentum kembali merayakan kebangkitan industri musik dan ekonomi kreatif.
“Tidak usah pakai teori muluk-muluk. Kalau di sini penonton 2000, misalkan satu kamar berdua, artinya butuh 1.000 kamar. Di Jiwa Jawa yang menjadi venue Jazz Gunung, ada 80 kamar. Sisanya ke mana? Ya di sekitar Bromo itu ada 300-an kamar, yang lainnya ke homestay, di tempat-tempat penduduk. Lainnya lagi di bawah. Belum yang sewa kendaraan, kuda, makanan, minuman,” terang Sigit dalam konferensi pers di Jiwa Jawa, Jumat, (22/7).
Ahmad Albar dan Ian Antono, dua pentolan band rock God Bless yang bakal jadi pemungkas di hari pertama menyatakan antusiasme mereka dalam kesempatan debutnya main di Jazz Gunung Bromo.
“Ini sesuatu yang asik bagi saya dan Ian. Suatu pengalaman baru lagi, bisa berkolaborasi dengan Blue Fire Project, digabungkan dengan para pemusik tradisional yang didatangkan dari Banyuwangi,” kata Achmad Albar dalam kesempatan sama dengan Sigit.
“Ini pertama kali saya ke Bromo untuk main musik. Ketika Dewa Budjana, kurator Jazz Gunung datang ke kami menawarkan untuk main di Jazz Gunung, saya bilang agak kesulitan kalau jazz, tapi kalau digabung mungkin bisa. Akhirnya setelah beberapa percobaan sampai lima kali latihan, ubah aransemen, akhirnya ketemu. Musik yang akan berbicara (di panggung),” sambung Ian.
Bagi Achmad Albar, musik adalah universal. Terlebih, jazz bisa dikolaborasikan dengan berbagai genre. Ia pun berharap penampilannya bisa menghibur penonton yang hadir di Jazz Gunung Bromo 2022. (M-2)
Selain menjadi panggung budaya, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM desa penyangga sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Kegiatan ini berlangsung 2 hari pada 24 - 25 Januari 2026 berlokasi di Ex Hanggar Teras Pancoran, Jakarta Selatan..
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
Festival ini lahir bukan sebagai seremonial semata melainkan menjadi gerakan sosial yang dirancang sistematis, monumental, dan berkelanjutan.
Setiap aktivitas dirancang berdasarkan misi utama Facebook: menciptakan hubungan yang tulus dan kebersamaan penuh tawa yang lahir dari partisipasi para pengguna di Indonesia.
Sekitar 3.000 pengunjung bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk menikmati keseluruhan rangkaian Soundrenaline yang tersebar di Lapangan Benteng, hingga simpul kota.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved