Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
Pandemi covid-19 yang melanda dunia sejak awal 2020 juga turut mengakselerasi adopsi teknologi dalam industri musik. Hampir seluruh penjualan musik kini terjadi di platform streaming dan hanya menyisakan sedikit kue penjualan di pasar fisik. Para artis dan musisi juga semakin terbiasa menggelar konser maupun pertunjukan secara online sehubungan dengan adanya pembatasan kontak fisik.
Sebagai terobosan dalam pemasaran dan distribusi hasil karya anak bangsa, label rekaman Sun Eater baru-baru ini berkolaborasi dengan WIR Group -perusahaan teknologi berbasis augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan artificial intelligence (AI)-- untuk membuat lompatan digital dengan hadir di platform metaverse. Penandatanganan nota kesepahaman kolaborasi digital ini ditandatangani bersama oleh Kukuh Rizal CEO Sun Eater dan Gupta Sitorus, Chief Marketing Office WIR group di Jakarta, Jumat (22/4).
“Bagi kami, sebagai perusahaan label rekaman dan perusahaan musik, inovasi serta pengembangan kreativitas sangat diperlukan untuk menentukan perkembangan musisi yang dinaunginya. Bergabungnya kami di platform metaverse merupakan suatu terobosan sekaligus lompatan digital untuk menjadikan Sun Eater sebagai perusahaan label rekaman yang terdepan dalam kompetisi industri musik di Indonesia untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi penikmat musik di Tanah Air,” kata Kukuh Rizal, CEO Sun Eater, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Media Indonesia.
Sun Eater, dibentuk pada 2019, ialah perusahaan yang melingkupi record label, manajemen artis, produksi konten, dan creative hub. Saat ini Sun Eater menaungi Hindia, .Feast, Aldrian Risjad, Agatha Pricilla, Mantra Vutura, Rayhan Noor, Lomba Sihir, dan yang terbaru adalah sebuah grup musik virtual bernama G/A/T/E.
Gupta Sitorus, Chief Marketing Officer WIR Group, mengatakan, pelaku industri musik di Indonesia sangat siap untuk mengadopsi teknologi tinggi seperti platform metaverse, mengingat platform ini dapat meningkatkan kapabilitas dan daya saing mereka dalam pengembangan industri ini. Saat ini, pengunaan media sosial, konser online, dan animasi sudah umum digunakan dalam pemasaran.
Gupta lebih jauh menegaskan, kolaborasi ini merupakan wujud antusiasme generasi muda dalam mengeksplorasi dan menyambut metaverse. “Kami meyakini metaverse mampu menjadi kekuatan pendorong untuk menciptakan generasi baru dalam bentuk ekosistem digital. Kami berharap Sun Eater dapat membawa industri rekaman dan musisi Indonesia pada suatu era baru bagi industri kreatif di Tanah Air melalui teknologi metaverse yang kami kembangkan,’ ujar Gupta.
Menurut Gupta, dengan masuk ke dunia metaverse, industri musik Indonesia dapat meningkatkan daya saing global, baik bagi perusahaan label maupun para musisi yang dinaunginya, serta menjangkau pemasaran dan distribusi yang lebih luas melalui inovasi dan pengembangan kreativitas.
“Kolaborasi ini merupakan satu bagian dari rangkaian kerja sama yang telah dijalin WIR Group dengan beberapa industri kreatif untuk membangun dan memperkaya platform metaverse yang tengah dikembangkan. Kerja sama dengan Sun Eater menghadirkan tantangan tersendiri bagi WIR Group agar dapat selalu memberikan kontribusi positif dalam pengembangan perekonomi digital di Indonesia melalui sektor industri kreatif,” tandas Gupta. (RO/M-2)
Band Hindia, Tenxi, hingga Raditya Dika raih penghargaan Spotify Wrapped 2025
Penyanyi Baskara Putra berhasil memboyong lima penghargaan dalam gelaran Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2025.
Baskara Putra mengaku tidak menyangka bahwa ia mampu menorehkan prestasi dan membawa pulang piala AMI Awards.
Film Dopamin menggunakan lagu Everything U Are dari Hindia, Anything You Want dari grup band Reality Club, serta Dance, Habibi dari grup band Ali.
Sutradara Teddy Soeriaatmadja mengonfirmasi kolaborasi dengan musisi Hindia (Baskara Putra) yang memilih lagu Everything U Are untuk mengisi soundtrack film Dopamin.
Hindia atau Baskara Putra menyatakan mundur dari keikutsertaan di Pestapora 2025. Mundurnya Hindia lantaran adanya Freeport sebagai salah satu sponsor Pestapora tahun ini.
Melalui Closer, Verena menggambarkan perasaan kangen yang kerap muncul di tengah perjalanan, di mana bayang-bayang pasangan di tempat yang berbeda.
Jika Cakra Khan menonjolkan karakter vokal pria dewasa yang matang, Salah Tapi Baik versi Safira Zaza dibuat lebih lembut, galau, dan sedikit dramatis.
Single Sesi Potret dari enau dan Ari Lesmana ini hadir sebagai sebuah percakapan batin yang jujur mengenai perasaan, penerimaan, dan proses berdamai dengan kehilangan.
Single Circle milik Enamore lahir dari refleksi tentang keruntuhan emosi yang seolah tidak pernah benar-benar tuntas.
Lagu Sisa Asa dari Stereowall bukan sekadar karya musik biasa, melainkan sebuah pernyataan tentang resiliensi dan penerimaan di tengah kehilangan.
Selama lebih dari tiga dekade berkiprah, Papa Roach dikenal sebagai band yang mampu mempertahankan relevansinya di tengah perubahan tren musik global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved