Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
ISYANA Sarasvati memulai era baru dalam perjalanan musiknya lewat album kelima berjudul Eklektiko yang menjadi wujud perayaan 32 tahun kehidupannya.
Eklektiko akan terdiri atas empat bagian utama mewakili beragam sisi dari seorang Isyana yakni Lunora, Mamiu, Cecilia, dan Abadhi.
Membuka bagian pertamanya Lunora, Isyana menggandeng beragam musisi lainnya seperti Hindia, VIDI, dan Afgan.
"Setelah segala eksplorasi dalam hidup dan berkarya yang telah aku lalui, aku semakin yakin bahwa musik yang aku ciptakan adalah musik
yang benar-benar bebas dan autentik. Tidak terikat oleh teori, gaya, atau genre tertentu," ungkap Isyana menggambarkan Eklektiko, dikutip Senin (5/5).
Hari Ini karya kolaborasi dengan musisi lainnya Hindia menjadi yang pertama yang dilepas untuk memulai babak baru ini.
Hari Ini dirilis bertepatan dengan hari ulang tahun ke-32 Isyana, dan menjadi refleksi atas pergumulan batin Isyana, sebuah momen kemenangan setelah melewati masa mati rasa yang sempat menyelimuti hidupnya.
Lagu ini merekam perjuangan untuk kembali merasakan, menerima spektrum emosi sepenuhnya, dan melangkah maju dengan harapan.
Dirilis di bawah naungan label musik Redrose Records, lagu ini ditulis bersama oleh Isyana dan Baskara Putra (Hindia), dengan Petra Sihombing sebagai produser dan co-writer, serta melibatkan Gamaliel sebagai pengarah vokal sekaligus backing vocal.
Lirik yang melankolis namun menyembuhkan, berpadu dengan komposisi emosional yang kuat, menjadikan lagu ini sebagai pernyataan artistik pembuka dari era Eklektiko.
Tidak hanya dalam bentuk audio, perilisan Hari Ini juga dilengkapi dengan sebuah video musik yang juga diluncurkan di hari yang sama.
Lebih spesial lagi, video musik garapan sutradara Aco Tenriyagelli ini turut melibatkan kurang lebih 150 orang dari Isyanation (penggemar Isyana) dan Team Hindia (penggemar Hindia), yang terjun langsung menjadi pemeran tambahan di video musik tersebut.
Video musik ini juga mendapuk beberapa aktor ternama di dalamnya, meliputi Niniek L Karim, Baskara Mahendra, Bhisma Mulia, Alika Jantinia, Marsha Risdasari, Jesslyn Alena Zain, dan Alwi Djamalulail.
Setelah Hari Ini, dua kolaborasi berikutnya bersama VIDI dan Afgan akan segera menyusul di bulan yang sama, Mei 2025, dan membuka
lebih banyak lapisan dalam semesta musikal barunya.
Dengan ini, Eklektiko, era baru karier bermusik Isyana Sarasvati dimulai, sebuah perjalanan panjang yang akan berlangsung dari Mei
2025 hingga Mei 2026. (Ant/Z-1)
Band Hindia, Tenxi, hingga Raditya Dika raih penghargaan Spotify Wrapped 2025
Penyanyi Baskara Putra berhasil memboyong lima penghargaan dalam gelaran Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2025.
Baskara Putra mengaku tidak menyangka bahwa ia mampu menorehkan prestasi dan membawa pulang piala AMI Awards.
Film Dopamin menggunakan lagu Everything U Are dari Hindia, Anything You Want dari grup band Reality Club, serta Dance, Habibi dari grup band Ali.
Sutradara Teddy Soeriaatmadja mengonfirmasi kolaborasi dengan musisi Hindia (Baskara Putra) yang memilih lagu Everything U Are untuk mengisi soundtrack film Dopamin.
Hindia atau Baskara Putra menyatakan mundur dari keikutsertaan di Pestapora 2025. Mundurnya Hindia lantaran adanya Freeport sebagai salah satu sponsor Pestapora tahun ini.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved