Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Tampilan baju baru yang rapi dan tidak perlu disetrika membuat kita terkadang menganggap tidak penting untuk mencucinya sehingga langsung dikenakan setelah membeli dari toko pakaian.
Jangan. Anda harus selalu mencuci pakaian yang baru Anda beli.
Menurut para ahli, mengenakan pakaian baru sebelum dicuci dapat menyebabkan masalah kulit. Bahan kimia berbahaya sering digunakan selama proses pembuatan pakaian.
Anda mungkin berpikir pakaian terbilang aman jika terlihat bersih. Padahal, sebenarnya bisa berbahaya bagi kulit Anda jika pakaian itu mengandung substansi yang dapat merembes ke dalam kulit Anda.
Lee W. Johnson, pendiri perusahaan pakaian pria Old Bull Lee, menjelaskan bahwa sebagian besar pabrik manufaktur pakaian berlokasi di kawasan industri perkotaan yang sangat padat dengan orang, truk, dan manufaktur. Dia menambahkan bahwa pabrik-pabrik ini cenderung memiliki kualitas udara yang dipertanyakan dan didinginkan oleh jendela yang terbuka, yang memungkinkan polutan bersirkulasi dan menempel pada kain.
"Banyak polutan industri di udara beterbangan dan mereka kemungkinan mengendap pada benda-benda selama waktu yang dihabiskan saat pakaian sedang diproduksi. Pada saat pakaian sampai ke Anda, pakaian mungkin terlihat baik-baik saja tetapi ada banyak hal yang ada di permukaannya yang mungkin tidak Anda lihat," katanya seperti dilansir dari huffpost.com, Rabu (23/3).
Bahkan jika sebuah pabrik memiliki sirkulasi udara yang lebih baik, bahan kimia yang digunakan dalam proses tersebut bisa berbahaya. Menurut Johnson, kita harus khawatir dengan hal-hal berikut.
- Timbal, bahan yang cukup umum dalam banyak pigmen pewarna berwarna cerah.
- Formaldehida, karsinogen yang dikenal sering digunakan dalam pakaian anti-kerut
- PFC, penolak air berbasis fluorokarbon
- Pewarna dispersi AZO, pewarna sintetis karsinogenik yang mudah diserap oleh kulit dan terkait dengan dermatitis kontak.
Dokter kulit bersertifikat Dr. Azadeh Shirazi juga memperingatkan konsumen untuk waspada terhadap quinoline, yang dapat muncul dalam kadar tinggi, terutama dalam poliester, dan tidak hanya dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi, tetapi berpotensi peningkatan risiko kanker.
Sementara itu, dokter kulit bersertifikat Dr. Loretta Ciraldo melihat pasien dengan dermatitis alergi kontak - ruam merah dan gatal-- yang disebabkan oleh kontak langsung dengan zat tertentu dalam praktiknya di Miami, tempat cuaca hangat dan pakaian ketat adalah hal lazim sepanjang tahun.
Dia mengatakan, berkeringat dan gesekan dari pakaian ketat, seperti pakaian olahraga, dapat berkontribusi pada pelepasan pewarna dan bahan kimia yang berpotensi menyebabkan iritasi atau alergi ke dalam kulit kita.
"Mereka luruh dengan air. Dengan cara yang sama mereka luruh di mesin cuci, sayangnya, mereka juga keluar oleh keringat tubuh kita," ucapnya. (M-2)
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
PENDEKATAN dalam dunia estetika terus mengalami evolusi.
MEMASUKI usia 30-an, tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus dan bintik hitam mulai menjadi kekhawatiran utama, nutrisi dari dalam memegang peranan hingga 70%.
PEMANFAATAN teknologi stem cell atau sel punca saat ini semakin meluas di bidang kesehatan dan perawatan tubuh, termasuk untuk kulit wajah.
Kurang tidur, stres, merokok, dan konsumsi alkohol, bisa mendorong munculnya kulit kusam.
Brightlogy diperkenalkan sebagai face cream dengan kandungan 1% hexylresorcinol yang diklaim setara dengan 4% hydroquinone, bahan pencerah yang penggunaannya diatur secara ketat.
Jamur dan parasit dapat bertahan hidup di serat kain dalam waktu lama, terutama jika kondisi lingkungan lembap.
Para pengungsi kini dihantui risiko penyakit kulit akibat kondisi lingkungan yang lembap, kurang higienis, dan hunian yang padat.
Di balik popularitas tren thrifting atau membeli pakaian bekas demi alasan ekonomi dan gaya hidup berkelanjutan, tersimpan potensi ancaman serius bagi kesehatan.
Air banjir yang tercemar kotoran bisa menyebabkan kulit terinfeksi bakteri atau jamur dan mengalami peradangan.
Banjir tidak hanya menimbulkan masalah pada saat bencana itu terjadi saja. Setelahnya, ada persoalan yang juga harus diwaspadai, yaitu munculnya penyakit-penyakit tertentu.
Gejala seperti kuku kering atau kuning, bintik putih, dan garis hitam mungkin merupakan tanda normal penuaan atau gejala penyakit pernafasan, tiroid, atau kulit dan kanker.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved