Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk tertidur di malam hari. Ada yang tertidur karena lelah, dan ada juga yang membutuhkan distraksi sebelum tidur salah satunya dengan mendengarkan suara dari televisi. Namun, tahukah Anda jika cara beristirahat demikian sebenarnya dapat mengurangi kualitas tidur itu sendiri?
Hal itu terbukti dalam sebuah eksperimen yang baru-baru ini dilakukan para ilmuwan University of Salzburg, Austria. Dalam sebuah makalah yang terbit di jurnal JNeurosci, mereka menjelaskan hal ini sebenarnya berkaitan dengan evolusi panjang manusia, yang selalu berusaha waspada dengan lingkungan atau suara asing di sekitarnya.
"Meskipun mata kita tertutup dari apa yang ada di sekitar, otak kita terus terjaga saat tidur, menyeimbangkan kebutuhan akan proteksi diri saat tidur dan saat kita bangun," terang mereka, seperti dilansir dari Dailymail, Selasa, (18/1).
Dalam eksperimen kali ini, para ilmuwan melibatkan relawan sebanyak 17 orang. Tiga diantaranya ialah laki-laki, dengan rata-rata usia 22 tahun. Seluruh relawan itu juga dilaporkan tidak pernah mengalami gangguan tidur, dan empat hari sebelumnya disarankan untuk tidur teratur dengan durasi delapan jam per hari.
Ketika eksperimen berlangsung, relawan lantas diminta untuk tidur seperti biasa sembari diamati menggunakan Polysomnography. Perangkat ini berfungsi sebagai pengukur gelombang otak, otot, gerakan, aktivitas jantung dan lain-lain. Selama tidur, mereka juga dipanggil namanya berulang kali menggunakan suara yang dikenal (orangtua atau kerabat) dan suara yang tidak dikenal (orang asing).
Hasil eksperimen kemudian menunjukan bahwa suara orang asing lebih banyak memicu gelombang otak yang berhubungan dengan gangguan sensorik atau yang kemudian disebut sebagai K-kompleks. Menurut para peneliti, suara orang yang dikenal sebenarnya juga dapat memicu K-kompleks, hanya saja skalanya tidak sebesar ketika otak merespons suara asing.
"Respons otak terhadap suara asing awalnya jarang terlihat. Tapi seiring malam berlalu, suara itu sepertinya menjadi lebih akrab dan menunjukkan bahwa otak telah melalui proses belajar sepanjang tidur," tutur mereka.
Para peneliti mengatakan K-kompleks terlihat ketika seseorang memasuki fase Non-rapid eye movement sleep (NREM). Fase ini lazim dialami seseorang yang mana terdiri dari tiga tahapan, dimulai tahap pertama atau ketika seseorang beranjak tidur, hingga dua tahap selanjutnya atau ketika seseorang tertidur nyenyak.
K-kompleks, lanjut peneliti, juga memicu munculnya spindel dan gairah mikro. Ameen Mohamed, peneliti University of Salzburg yang menulis laporan ilmiah eksperimen kali ini menjelaskan spindle adalah gelombang otak yang terhubungan dengan daya ingat (konsolidasi memori) dan muncul lebih awal ketimbang gairah mikro.
"Gairah mikro adalah periode dalam tidur di mana sinyal telah bergeser dari aktivitas tidur dan tersinkronisasi ke aktivitas yang lebih cepat seperti bangun. Menurut definisi, seseorang akan bertahan selama 3 hingga 15 detik. Jika lebih lama mereka biasanya benar-benar akan terbangun," pungkasnya. (OL-12)
Industri pertelevisian Indonesia telah mengalami pertumbuhan signifikan sejak berdiri pada 1960-an, dengan sekitar 695 saluran televisi saat ini.
Dalam total 14 penampilan yang ditampilkan, trainee menampilkan beragam, mulai dari yang bernyanyi, menari, hingga bermain alat musik.
Gelaran IMA 2023 berhasil mencetak 14 juara dari masing-masing kategori yang dipilih berdasarkan voting dari sepuluh juta penikmat musik di Indonesia,
Melalui acara tersebut, diharapkan semakin banyak pemirsa Indonesia dapat merasakan antusiasme Tiongkok, mengeksplorasi warisan budaya kuno Tiongkok.
Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Indra Pahlevi salah satunya mengajak talent terbaik kepada sivitas akademika IPB untuk bergabung bersama TVR Parlemen sebagai presenter.
Anggun baru saja diminta saluran nomor satu di Belgia, RTL-TVI untuk menjadi juri di acara pencarian bakat "StarMaker".
Kepemilikan ponsel pintar pada remaja awal dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Waktu tidur yang cukup membantu menyiapkan tubuh anak di tengah cuaca yang tidak menentu.
Penderita sakit pinggang direkomendasikan tidurnya dengan posisi telentang kasurnya jenis medium sampai medium firm, jangan terlalu keras.
Tidur bukan hanya istirahat. Studi baru ungkap peran hormon pertumbuhan yang bangun otot, tulang, metabolisme, hingga kejernihan otak esok hari.
Tidur bukan sekadar istirahat, melainkan proses biologis penting yang dikendalikan oleh otak dan hormon, seperti melatonin.
Riset terbaru University of Michigan menemukan neuron di hipotalamus berperan menjaga kadar gula darah, terutama pada empat jam pertama tidur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved