Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Akmal Nasery Basral meluncurkan novel baru berjudul Sabai Sunwoo, merupakan sekuel atau lanjutan cerita dari novel Dayon yang ia keluarkan pada pertengahan tahun lalu.
Sabai Sunwoo mengambil fokus cerita pada kehidupan dan lika-liku seorang model peranakan Minang-Korea bernama Sabai Rangkayo Sunwoo. Di sepanjang kehidupannya, ia menemui masalah-masalah mulai dari menjadi korban broken home, korban perundungan seksual, hingga tergerusnya keyakinan dan keimanan. Sebelumnya, Sabai muncul dalam novel “Dayon” tokoh pendukung.
“Melalui Sabai saya ingin menggambarkan problem identitas yang banyak menggayuti generasi milenial yang sudah menjadi warga dunia dan global traveler dan gamang terhadap akar budaya mereka,” kata penulis yang akrab dipanggil Uda Akmal itu melalui siaran pers pada Senin.
Kaprodi Program Magister Asia Timur FIB UI Eva Latifah berpendapat bahwa novel “Sabai Sunwoo” seperti menyediakan ruang negosiasi terhadap efek domino hallyu atau gelombang Korea. Menurutnya novel ini mampu menyuarakan gesekan yang banyak hadir dalam keluarga multikultural Korea-Indonesia.
“Kekuatan yang tidak ditemukan dalam novel-novel Indonesia yang mengangkat isu tentang Korea. Uda Akmal menyuguhkan bacaan yang menawan dan memperkaya wawasan,” katanya.
Sementara itu, sineas Ifa Isfanyah, yang pernah kuliah di Dongseo University Busan, menilai bahwa kisah Sabai sangat memperkaya batin dan pengetahuan pembaca secara akrab.
“Sebagai pembuat film yang pernah tinggal di Korea Selatan, saya merasa sangat dekat dan terwakili dengan novel ini,” tutur sutradara Losmen Bu Broto itu.
“Sabai Sunwoo” merupakan karya ke-23 yang ditulis Akmal. Pada tahun lalu, Akmal mendapatkan penghargaan National Writer’s Award 2021 untuk kategori fiksi dari Perkumpulan Penulis Nasional SATUPENA. Novel “Sabai Sunwoo” dan prekuelnya Dayon diterbitkan oleh penerbit Mekar Cipta Lestari (MCL). (Ant/OL-12)
Pidi Baiq mengungkapkan kembali menulis lanjutan kisah Dilan lantaran dorongan masih banyak orang-orang yang menanyakan kelanjutan kisah tersebut.
Karya ini berisikan hasil riset dan penulisan selama dua dekade yang mendalam dan kaya imajinasi historis.
Film ini diambil dari novel Tabayyun karya Ilyas Bachtiar.
Temukan novel terbaik! Rekomendasi bacaan menarik, bikin ketagihan, dan penuh inspirasi. Jelajahi dunia baru lewat kata!
Novel biasanya ditulis dalam gaya naratif dan memiliki struktur yang lebih luas dibandingkan cerpen.
Novel biasanya terdiri dari beberapa bab dan memiliki jumlah kata yang lebih banyak dibandingkan cerpen. Membaca novel juga bisa dengan mudah melalui aplikasi di HP.
Banyak karya akademik yang ia tangani berubah menjadi buku yang lebih komunikatif dan dapat dibaca masyarakat luas.
IRCOMM Group menghadirkan program khusus bagi peneliti dan akademisi. Sebanyak 12 penulis terpilih yang berhasil submit dan lolos tahap editorial review akan mendapatkan sejumlah manfaat.
Menurut Oh Su Hyang, berbicara itu bukan hanya tentang menyusun kata tapi juga bagaimana berbicara itu bisa memikat orang atau bahkan bermakna bagi orang.
PENULIS asal Korea Selatan, Oh Su Hyang, yang dikenal lewat buku laris Bicara Itu Ada Seninya, ternyata punya kebiasaan yang luar biasa yaitu membaca hingga 70 buku setiap bulan.
Dikenal lewat bukunya yang populer Bicara Itu Ada Seninya, Oh Su Hyang ternyata punya masa kecil yang jauh dari kata mudah.
Prof Agus telah menulis dan menerbitkan 11 buku yang membahas berbagai topik seputar politik, keamanan, dan hubungan internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved