Selasa 30 November 2021, 09:00 WIB

Raging Fire, Film Laga Klasik Terakhir Besutan Sutradara Benny Chan

Galih Agus Saputra | Weekend
Raging Fire, Film Laga Klasik Terakhir Besutan Sutradara Benny Chan

maactioncinema.com
Raging Fire (2021)

 

Nama Benny Chan Muk-Sing barang kali sudah tidak asing lagi di kancah film laga Asia. Sejumlah judul film lahir dari tangan sutradara asal Hong Kong tersebut setidaknya sejak awal 1990an.

Tak sedikit pula aktor kenamaan yang bermain dalam film sutradara kelahiran 7 Oktober 1961 tersebut. Sebut saja Andy Lau dalam 'A Moment of Romance (1990)', Tony Leung dalam 'The Magic Crane (1993), Jackie Chan dalam Who Am I (1998), atau Aaron Kwok dalam 'City Under Siege (2010)'.

Film terbaru sutradara yang lebih banyak dikenal dengan sebutan Benny Chan itu sebenarnya juga sempat dirilis di Tiongkok akhir Juli 2021. Judulnya ialah Raging Fire, dimana film ini juga dirilis di Hong Kong, pada 19 Agustus lalu.

Raging Fire (2021) boleh dibilang menjadi kenangan tersendiri bagi pecinta film laga klasik Asia. Pasalnya film yang dibintangi oleh jagoan Wing Chun, Donnie Yen itu menjadi karya terakhir Benny Chan, yang kesehatannya berangsur memburuk karena kanker nasofaring sepanjang pascaproduksi Ranging Fire (2021) hingga kemudian dikabarkan tutup usia 23 Agustus silam.

Lewat Raging Fire (2021), Benny Chan berusaha menceritakan konflik yang meletus di satuan kepolisian. Yen yang pada kesempatan ini berperan sebagai pemimpin kesatuan bernama Bong tampak sering berhadapan dengan praktik suap yang merepotkan kerja di lapangan.

Praktik suap umumnya dilakukan para petinggi kesatuan dengan taipan untuk memperoleh keuntungan atau sekedar mencari muka. Sayangnya, praktik seperti itu di sisi lain juga menyebabkan salah satu rekan Bong yakni Ngo (Nicholas Tse) dijebloskan ke penjara.

Atas peristiwa itu pula, satuan yang menaungi Bong dan Ngo lantas terbagi dua. Kelompok Bong tetap bekerja sesuai aturan, sementara kelompok Ngo berusaha membalas perbuatan para petinggi yang dianggap telah merugikan sekaligus mencoreng nama kesatuan. Perkelahian, perburuan, hingga baku tembak di jalanan menjadi pemandangan yang kerap menghiasi perselisihan antar dua kelompok tersebut.

Adu taktik antara kelompok Bong dan Ngo pun terlihat cukup menarik. Pasalnya Ngo tahu persis seperti apa kebiasaan satuan Bong dalam menindak pelaku kriminal. Sebaliknya, Bong yang selalu berada dalam posisi selangkah di belakang, mau tidak mau harus memutar otak untuk menggagalkan strategi Ngo.

Raging Fire (2021) pada dasarnya boleh dibilang sebagai pertempuran antara dua polisi jujur, yang menjadi korban praktik rasuah para petinggi dalam kesatuan. Lazimnya film laga klasik Asia, perselisihan yang terjadi dibalut dengan nuansa visual yang tidak terlalu cerah. Beberapa adegan bahkan tampak gelap dan diguyur hujan, dibarengi dengan alunan musik yang agresif sehingga membuat suasana terkesan lebih eksplosif dan mencekam.

Film ini rencananya akan mulai tayang di bioskop Tanah Air mulai 3 Desember mendatang. Sebelumnya, Raging Fire (2021) juga sempat tayang di perhelatan '20th New York Asian Film Festival (NYAFF) atau lebih tepatnya pada 22 Agustus silam. (OL-12)

Baca Juga

Ashraf Shazly/AFP

Kepunahan Massal bisa Kembali Terjadi Jika Perubahan Iklim Kian Ekstrem

👤Devi Harahap 🕔Kamis 08 Desember 2022, 10:04 WIB
Kepunahan massal pertama bumi terjadi sekitar 550 juta tahun lalu selama periode Ediakars atau sebelum era...
123RF

Pohon Tua Lebih Toleran Terhadap Kekeringan

👤Nike Amelia Sari 🕔Rabu 07 Desember 2022, 22:34 WIB
Mempertimbangkan aspek usia hutan akan menjadi faktor penting dalam memitigasi dampak perubahan...
Dok Ist

Oki Setiana Dewi Luncurkan Busana untuk Muslimah Aktif

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 17:03 WIB
Oki Setiana Dewi luncurkan pakaian gamis dan produk mukena untuk muslimah yang memiliki mobilitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya