Minggu 26 September 2021, 05:25 WIB

Echi Pramitasari Prestasi di Tengah Keterbatasan

(*/M-1) | Weekend
Echi Pramitasari Prestasi di Tengah Keterbatasan

Echi Pramitasari Prestasi di Tengah Keterbatasan

 

MENGALAMI keterbatasan fisik akibat kejadian tragis juga dialami Echi Pramitasari. Saat berusia 17 tahun Echi mengalami kecelakaan yang membuatnya menderita paraplegia atau cedera di bagian tulang belakang dan mengakibatkan dua bagian anggota geraknya menurun atau kehilangan fungsinya.

“Dokter mengatakan pada waktu itu setiap pasien yang mengalami cedera seperti aku proses penyembuhannya akan berbeda-beda ada yang sebulan, dua bulan, enam bulan, satu tahun, lima tahun. Mungkin dari kata-kata dokter itu yang enggak pernah nge-judge aku gak bisa jalan lagi atau gimana, aku jadi kayak udah biasa aja ngejalanin­nya,” imbuh perempuan yang kini berusia 30 tahun itu.

Meski harus menggunakan kursi roda, Echi tetap mampu melanjutkan pendidikan dan hingga menyandang gelar sarjana ekonomi bisnis. Menyandang disabilitas juga tidak menghalanginya aktif di berbagai kegiatan.

Dengan pendampingan dari Kominfo, Echi mengikuti lomba Global IT Challenge for Youth with Disabilities (GITC) pada 2015 di Korea Selatan. Echi yang mewakili Indonesia dalam GITC berhasil mendapatkan juara tiga untuk ka­tegori E-Design se-asia pasifik.

“Awal mulanya aku mendapatkan informasi dari grup-grup disabilitas, ada yang namanya kompetisi IT untuk teman-teman disabilitas namanya Global IT Challenge. Setiap tahun reguler dilakukan dari Republik Internasional Korea. Dari situ, aku coba apply lalu seleksi, wawancara, segala macam lolos,” papar perempuan yang juga menjadi pegawai honorer di Kominfo sejak 2017 ini.

Tidak hanya itu, Echi juga sempat mencicipi dunia modeling dengan menjadi model di Jakarta Fashion Week dan Jakarta Modest Fashion Week. Ia juga didapuk brand Cotton Ink untuk menjadi model katalog mereka.

Tidak ingin sukses sendiri, Echi juga memotivasi penyandang disabilitas lainnya dengan membentuk Komunitas Paradifa. Komunitas ini ditujukan untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan penyandang disabilitas agar dapat meraih berbagai kesempatan sebagaimana orang lainnya.

Pada penghujung perbincangannya bersama Andy, Echi juga mengatakan jika keluarga menjadi kunci utama untuk bisa belajar menerima diri sendiri. Ia juga mengingatkan para penyandang disabilitas agar tidak pernah menyalahkan nasib dan tetap percaya diri. (*/M-1)

 

Baca Juga

Dok www.yslbeauty.co.id

Online Store YSL Beauty Resmi Hadir di Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 19:10 WIB
Inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen YSL Beauty untuk memberikan kemudahan akses bagi seluruh pelanggan di...
Dok. Plataran Indonesia

Plataran Menjangan Raih Penghargaan Hotel Safari Terbaik Dunia

👤Galih Agus Saputra 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 22:29 WIB
Plataran Menjangan menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia dan Asia (kecuali India) yang meraih penghargaan hotel safari terbaik...
Mola

Kisah Striker Sepak Bola Fabio Quagliarella Tandai Ekspansi Mola ke Manca Negara

👤Irana 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 13:30 WIB
Bersamaan dengan dibukanya layanan internasional, Mola pun memberlakukan penyeragaman harga menjadi US$ 8 atau Rp110.000 per...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya