Minggu 19 September 2021, 11:41 WIB

Film Yuni Bawa Pulang Penghargaan Platform Prize dari Festival Toronto

Irana | Weekend
Film Yuni Bawa Pulang Penghargaan Platform Prize dari Festival Toronto

Dok. Ifa Isfansyah
Sutradara Kamila Andini menerima penghargaan Platform Prize di TIFF 2021.

 

Bangga! Film karya sineas Indonesia kembali mendapat apresiasi dari forum internasional.

Setelah film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas menang di festival film Locarno, kali ini giliran Yuni. Film terbaru karya sineas Kamila Andini itu baru saja berjaya di Toronto International Film Festival (TIFF) 2021.

Menurut produser Ifa Isfansyah dari rumah produksi Yuni, Fourcolours Film, film itu memenangkan Platform Prize, alias penghargaan film tahunan yang dipersembahkan Festival Film Internasional Toronto untuk film-film "bernilai artistik tinggi yang juga menunjukkan visi penyutradaraan kuat." 

"Terima kasih untuk semua doa-doa baik buat YUNI! Terima kasih untuk semua juri Riz Ahmed, Clio Barnard, Anthony Chen, Valerie Complex, Kazik Radwanski," ujar Ifa lewat pesan singkat, Minggu (19/9).

Suami Kamila Andini itu menambahkan, para juri terkesan dengan perspektif dan sinematografi yang dihadirkan Yuni. "'The jury was moved by a film that brings a fresh, intimate perspective to a coming-of-age story, marked by a subtle structure, delicate framing and lush cinematography,'" ia mengutip pernyataan para juri.

Sementara itu, sutradara Kamila Andini menyampaikan ini ialah kali ketiganya ia menampilkan karyanya di TIFF. Kemenangan ini, baginya, bukan sekadar kemenangan perfilman Indonesia, tapi juga Asia Tenggara. 

"Saya ingat pertama kali berada di TIFF pada 2015 bersama film pendek saya, dan sekarang saya kembali ke sini, untuk ketiga kalinya menghadirkan 'srikandi' di sinema, dan TIFF, lewat film ketiga saya."

Menurut Kamila, ia melihat kemenangannya juga sebagai harapan bagi kaum perempuan. "Ini untuk suara-suara perempuan di Indonesia yang selama ini tidak terdengar, juga untuk semua perempuan di Indonesia maupun dunia, yang masih terus berjuang mencari kebebasannya." 

"Terima kasih kepada seluruh kru, pemain, produser, partner, dan seluruh pihak yang turut memperjuangkan film ini," tutur sineas yang sebelumnya menyutradarai film panjang Sekala Niskala, juga The Mirror Never Lies itu. (RO/M-2) 

Baca Juga

Dok: IDN Pictures

Fajar Nugros Bakal Sutradarai Srimulat The Movies

👤Retno Hemawati 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 15:05 WIB
Fajar Nugros menyambut inisiasi ini dengan sangat...
Dok Film Kadet 1947

Film Kadet 1947 Rilis Poster Resmi saat Peringatan Hari Sumpah Pemuda

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 13:26 WIB
Poster ini membawa sentuhan hangat persahabatan para kadet yang berjuang untuk Indonesia, dan nuansa optimisme dari langit cerah yang...
MI/Ramdani

Menteri ESDM: Indonesia Mainkan Peran Penting dalam Kebutuhan EBT

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 11:35 WIB
Indonesia akan memainkan peran penting menyelamatkan bumi dan menjadi menjadi sumber kebutuhan energi baru terbarukan untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya