Rabu 08 September 2021, 08:10 WIB

Oppa Masih Dominasi Layar Film Korea

Fathurrozak | Weekend
Oppa Masih Dominasi Layar Film Korea

123RF
Aktor pria lebih banyak tampil daripada aktor perempuan di film Korea

 

Tahun lalu, bisa dikatakan sebagai tahunnya para aktor perempuan di film-film Korea. Mereka muncul dalam film-film top baik di genre komedi maupun drama. Sebut saja nama-nama seperti Uhm Jung-hwa, Kim Hye-soo dan Ko A-sung yang menjadi bintang utama.

Meski demikian, tidak bisa disimpulkan juga film-film Korea yang dibintangi aktor perempuan mengalami peningkatan. Terlebih sebagian besar film dengan anggaran besar masih menunda rilis akibat pandemi.

Dari 20 film berpenghasilan tertinggi yang dirilis selama setahun terakhir (1  Juli 2020-1 Juni 2021), aktor laki-laki masih terlihat yang mendominasi. 20 film itu adalah Deliver Us From Evil, Peninsula, Steel Rain 2: Summit, Samjin Company English Class, Collectors, OK! Madam, Hard Hit, The Golden Holiday, Mission Possible, Best Friend, Voice of Silence, Waiting For Rain, Oh! My Gran, Book of Fish, Recalled, The Day I Died, Josee, dan The Swordsman.

Angka-angka itu muncul melalui analisis teknologi AI yang dikembangkan oleh Institut Sains dan Teknologi Korea (KIST). Produser Jang Ji-yoon dan peneliti KIST Kim Hyun-joo menganalisis representasi gender dalam 20 film komersial berdasarkan tujuh indeks kuantitatif: keragaman emosional, waktu layar, frekuensi pengambilan gambar jarak dekat, usia, penggunaan kacamata, tata rias dan jenis benda di sekitarnya.

Dalam Bechdel Day 2021, dinamai berdasarkan tes Bechdel, mengukur representasi dalam karya fiksi dengan setidaknya ada dua karakter perempuan yang punya nama yang berbicara satu sama lain tentang sesuatu selain laki-laki.

Dikutip dari Korea Times, Selasa, (7/9), data yang diungkap dalam acara Bechdel Day 2021 menunjukkan, pada film-film tahun ini yang lolos uji Bechdel, karakter perempuan menunjukkan emosi yang lebih beragam. Namun, dalam film-film ini, berbeda dengan karakter laki-laki yang lebih cenderung menunjukkan emosi tegas yang ekstrem seperti marah, benci, dan jijik, karakter perempuan menunjukkan serangkaian emosi yang lebih defensif seperti takut, sedih, dan terkejut.

Ketika suatu film memiliki pemeran utama laki-laki, karakter laki-laki muncul di layar dan berbicara dua kali lebih sering daripada karakter perempuan.

Dalam film dengan pemeran utama laki-laki dan perempuan, laki-laki masih memiliki waktu layar yang jauh lebih banyak. Dan bahkan dalam film dengan pemeran utama perempuan, laki-laki memiliki jumlah layar dan waktu bicara yang kurang lebih sama dengan karakter utama perempuan.

Hasil penelitian menunjukkan, media menyebarkan standar kecantikan perempuan dalam film. Usia rata-rata untuk peran utama film perempuan pada tahun lalu adalah 25,2 tahun, sedangkan peran utama film laki-laki adalah 34,4 tahun. Karakter perempuan di atas usia 40 tahun diberi representasi yang jauh lebih sedikit, terutama sebagai pemeran utama.

Aktor perempuan jauh lebih mungkin untuk ditampilkan memakai riasan daripada laki-laki. Sementara aktor laki-laki lebih sering terlihat berkacamata daripada perempuan dalam film, yang mungkin merupakan upaya untuk mewakili citra kecerdasan.

Adapun jenis benda yang terlihat di sekitar tokoh, tokoh laki-laki sering terlihat memakai dasi, di depan kursi, mengemudi mobil dan menggunakan telepon genggam, sedangkan tokoh perempuan muncul di sekitar kursi, membaca buku, menonton TV, memegang cangkir, dan di hadapan laki-laki yang memakai dasi. (Koreatimes/M-2) 

Baca Juga

Dok GoSend

GoSend Rilis Buku Kiat UMKM jadi Best Seller di Era Digital

👤Irana 🕔Kamis 26 Mei 2022, 12:56 WIB
Dalam penulisan buku ini, pihaknya melibatkan sejumlah pakar bisnis dan UMKM yaitu Rhenald Kasali, Yudo Anggoro, Yuswohady, Wulan Ayodya,...
MI/HO

Ohaiaho Rilis Serum untuk Atasi Jerawat

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 26 Mei 2022, 07:15 WIB
Riset dari  The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menunjukkan 22% perempuan dewasa terkena jerawat, dibanding laki-laki...
MI/adiyanto

FIB UI Gelar Seminar dan Pameran Foto Keberagaman dan Toleransi Masyarakat Singkawang

👤Adiyanto 🕔Rabu 25 Mei 2022, 20:31 WIB
Seminar ini kelanjutan penerbitan buku “Memoar Orang-Orang Singkawang” yang diterbitkan pada 15 Februari 2022 , bertepatan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya