Senin 23 Agustus 2021, 23:55 WIB

Ikon Gaya Hidup, Ponsel Pintar Bukan Lagi Sekadar Alat Komunikasi

Mediaindonesia.com | Weekend
Ikon Gaya Hidup, Ponsel Pintar Bukan Lagi Sekadar Alat Komunikasi

Unsplash/Robin Worral
Ada korelasi antara penggunaan ponsel dan sikap impulsif.

 

Penggunaan ponsel pintar atau smartphone di Indonesia kini tak lagi sekadar alat komunikasi, tapi juga sebagai alat bantu kegiatan sehari-hari bahkan menjadi salah satu ikon gaya hidup bagi segelintir orang, kata psikolog dari Universitas Indonesia A. Kasandra Putranto, Senin (23/8).

"Bagi segelintir masyarakat, smartphone digunakan sebagai salah satu ikon gaya hidup dan menjadikannya sebagai media hiburan sekaligus menyalurkan hobi," kata Kasandra.

Menurut Kasandra, hal itu juga menjadi alasan sebagian besar orang Indonesia lebih menyukai bermain media sosial, gim, dan berbelanja online daripada belajar dan berbisnis melalui smartphone.

"Layar smartphone juga berukuran kecil dan biasanya memiliki penyimpanan yang terbatas, sehingga itulah mengapa penggunanya fokus pada fitur rekreasional dan personal," tambahnya.

Disamping memiliki ragam dalam kehidupan sehari-hari, kata Kasandra, penggunaan smartphone yang telah menjadi salah satu ikon gaya hidup itu juga tentunya dibarengi dengan dampak negatif terhadap psikologis penggunanya.

Dalam jangka pendek, pengguna dapat merasakan mata yang lelah dan sulit fokus pada tugas-tugas penting. Sedangkan jangka panjangnya dapat membuat pengguna mengalami perasaan terisolasi, narsisme, dan kecemasan.

"Bahkan bisa juga berkontribusi pada kondisi kesehatan yang lebih serius seperti depresi dan adiksi," tambahnya.

Oleh karena itu, Kasandra mengingatkan masyarakat agar tetap menggunakan perangkat dan teknologi digital secara sehat dan bermanfaat.

"Salah satunya adalah merefleksikan diri atas kebiasaan kurang bermanfaat dalam menggunakan perangkat dan teknologi digital yang dimiliki, kemudian gunakan teknik mengganti kebiasaan tersebut dengan kebiasaan baru yang bertentangan," kata Kasandra.

Kasandra juga mengatakan, pengguna smartphone perlu mematikan notifikasi media sosial dan menggantinya dengan notifikasi untuk bermeditasi, mendengarkan buku audio, memainkan game pelatihan otak, dan aktivitas pengembangan diri yang bisa dilakukan melalui smartphone.

"Seiring waktu, perangkat dan teknologi digital yang kita gunakan akan mulai memicu impuls diri untuk fokus kepada kegiatan yang produktif dan baik dalam pengembangan diri," tandasnya.

Baca Juga

 Pau BARRENA / AFP

Ternyata ini Penyebab Pendarahan Otak pada Pasien Covid

👤Adiyanto 🕔Rabu 06 Juli 2022, 11:00 WIB
Tim menemukan bahwa antibodi manusia sendirilah yang menyerang sel-sel yang melapisi pembuluh darah otak, menyebabkan peradangan dan...
unsplash.com/ Louis Hansel

Cara Terbaik Mencuci Buah dan Sayuran

👤Nike Amelia Sari 🕔Rabu 06 Juli 2022, 10:20 WIB
  Cara terbaik untuk mencuci buah dan sayuran dengan aman sangat sederhana yaitu...
 Unsplash.com/Malik Skydsgaard

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Sepatu

👤Nike Amelia Sari 🕔Rabu 06 Juli 2022, 10:08 WIB
Apabila Anda membutuhkan sepatu untuk berlari, carilah keseluruhan peredam kejut dan kekuatan torsi yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya